Yuliyanto Lapor SPT Pajak Secara Online Karena Prosedurnya Lebih Mudah

Toto menyampaikan hal tersebut saat acara pelaporan SPT tahunan oleh Walikota Salatiga Yuliyanto di rumah dinasnya

Yuliyanto Lapor SPT Pajak Secara Online Karena Prosedurnya Lebih Mudah
tribunjateng/deni setiawan/dok
Wali Kota Salatiga Yuliyanto 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNAJATENG.COM, SALATIGA - Kepala Kantor Pajak Pratama Salatiga Toto Hendiarto mengatakan pihaknya ditargetkan untuk menerima Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak tahun 2017 hingga 75 persen dari total wajib pajak di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Toto menyampaikan hal tersebut saat acara pelaporan SPT tahunan oleh Walikota Salatiga Yuliyanto di rumah dinasnya, pada Selasa (13/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Yuliyanto mengaku merasakan sendiri kemudahan melakukan pelaporan pajak secara elektronik.

Masyarakat yang selama ini masih melaporkan pajaknya dengan mendatangi kantor pajak pun ia imbau agar segera berpindah menggunakan pelayanan baru ini.

"Caranya mudah sekali, tinggal mendaftar dengan email kemudian ikuti petunjuk yang ada. Saya imbau masyarakat agar segera saja karena pelaporan SPT ini juga ada batas waktunya," tutur Walikota.

Sementara Totok menimpali, keikutsertaan orang nomor satu di Salatiga dalam pelaporan SPT elektronik juga agar menjadi contoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurutnya, keterlambatan melaporkan SPT akan berujung pada sanksi dari KPP berupa denda.

"Untuk pribadi besar dendanya adalah Rp 100 ribu dan untuk CV atau perusahaan sebesar Rp 1 juta, namun kami tekankan bukan besar nilai denda yang kami harapkan. Menunaikan kewajiban pajak ini merupakan bagian dari APBN sehingga mari kita sama-sama patuhi," tegasnya.

Totok menandaskan, pihaknya optimistis saat diminta ojek Direktorat Jenderal Pajak agar mampu meraup setidaknya 75 persen laporan. Jumlah tersebut sendiri merupakan gabungan dari persentase di dua wilayah, yakni Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

"Masing-masing adalah 60 persen untuk Kabupaten Semarang dan 35 persen di Kota Salatiga. Rinciannya adalah 90 ribuan merupakan wajib pajak pribadi dan 20 ribuan merupakan wajib pajak berupa badan, sedangkan secara keseluruhan kami ada sekitar 117 ribu wajib pajak," urainya.

Sebagai informasi, tahun sebelumnya KPP Salatiga mencatatkan raihan laporan sekitar 70 persen sampai 80 persen dari total wajib pajak yang harus melaporkan. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help