Komunitas Pesepeda Keluhkan Macetnya Lalulintas di Kota Semarang

Kemacetan lalu lintas di Kota Semarang yang terjadi tiap hari, dikeluhkan banyak masyarakat.

Komunitas Pesepeda Keluhkan Macetnya Lalulintas di Kota Semarang
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Pantauan Tribunjateng.com pada Kamis (22/2/2018) pukul 17.30 WIB, kondisi Jalan Thamrin padat merayap karena kenaikan volume kendaraan saat jam pulang kantor (sore hari). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemacetan lalu lintas di Kota Semarang yang terjadi tiap hari, dikeluhkan banyak masyarakat.

Dampak terbesar dari kemacetan lalu lintas tersebut dirasakan sesama pengguna jalan yaitu para pesepeda.

Praktisi Bike to Work, Nana Podungge mengatakan, sejauh ini Pemkot Semarang tidak serius dalam mengatur lalu lintas.

Terbukti dari berbagai kebijakan yang diterapkan justru memperparah kemacetan di berbagai ruas jalan.

"Kami merasakan betul bagaimana kemacetan itu mengganggu kami. Tapi sebenarnya, macet atau tidak, jalur sepeda tetap diserobot pengguna jalan lain. Artinya Pemkot ini tidak serius menyelesaikan problem kemacetan" kata Nana, Rabu (14/3/2018).

Nana menuturkan, adanya kemacetan lalu lintas, jalur khusus sepeda dulunya pernah ada di beberapa ruas jalan protokol, kini telah hilang.

Bahkan ketika jalur masih bisa dilihat jelas, para pengguna jalan non sepeda juga menggunakan akses tersebut.

Nana yang sudah bersepeda ke tempat kerja selama 10 tahun terakhir, sangat merasakan dampak tersebut.

Meski tidak sesulit saat awal dirinya menggunakan sepeda ke tempat kerja, namun tetap berbahaya jika harus bercampur dengan ratusan kendaraan di jalan.

"Kalau keinginan kami para pesepeda, ya jalur sepeda itu seperti slow lane, ada pembatas pemisahnya. Beberapa dekade yang lalu, jalur terpisah dari jalur yang dilewati kendaraan bermotor. Sekarang tidak ada," ujarnya.

Dengan kondisi yang saat sekarang, kata Nana, sangat membahayakan keselamatan pesepeda. Ia mengaku dapat laporan dari banyak anggota komunitas Bike to Work yang terserempet kendaraan di jalan raya.

"Meski kalau dibandingkan Jakarta, lalu lintas di Semarang masih mending. Tapi seharus Pemkot memikirkan fasillitas khusus pesepeda," tandasnya.

Jika berbicara ideal, tambahnya, selain ada jalur khusus sepeda, Pemkot Semarang juga diharapkan memberikan fasilitas parkir untuk sepeda di tempat-tempat umum. Di antaranya bank, rumah sakit, pasar, dan lainnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help