Limbah Berbahaya dan Beracun Mencemari Sumur Warga di Kabupaten Tegal, Ini Kata Camat Margasari

Warga Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal mengeluhkan kondisi air sumur yang diduga tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun

Limbah Berbahaya dan Beracun Mencemari Sumur Warga di Kabupaten Tegal, Ini Kata Camat Margasari
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Dari kejauhan tampak truk melintas di bangunan untuk menampung bahan pembuangan limbah di kompleks pegunungan kapur di desa karangdawa kecamatan margasari Kabupaten Tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI - Warga Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal mengeluhkan kondisi air sumur yang diduga tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Akibatnya, warga merasakan tubuhnya gatal- gatal seusai mandi dengan air sumur.

Selain itu, mereka tidak berani lagi untuk memanfaatkan air sumur sebagai sumber mata air bersih untuk keperluan minum dan memasak.

Camat Margasari, Bambang Suliarso, membenarkan ada puluhan sumur warga yang diduga tercemar.

"Memang berulang kali ada warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Terutama warga yang berdekatan dengan lokasi pembuangan limbah, yakni di Desa Karangdawa," jelas Bambang, Rabu (14/3/2018).

Ia mengatakan pernah meninjau lokasi pembuangan limbah tersebut. Bambang menyepakati ada pencemaran limbah yang mengakibatkan polusi udara dan air.

Pihaknya tidak mengetahui kapan perusahaan pengolahan limbah itu beroperasi. Pasalnya, setelah menjabat selama satu tahun jadi camat setempat, pabrik pengolahan sudah ada.

"Saya memang pernah ke sana dan melihat secara langsung bersama Kapolsek dan Danramil. Memang ada pencemaran limbah. Lokasi itu merupakan pembuangan limbah dari Jakarta," ujarnya.

Atas kondisi itu, pihaknya akan berkoordinasi dnegan dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal.

"Kami akan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup dan satuan polisi pamong praja untuk menyelesaikan hal tersebut. Hal itu lantaran perizinan pembuangan limbah itu ada di dinas tersebut.

Warga sempat memrotes ke sejumlah perusahaan pengelola pembuangan dan pemanfaatan limbah B3 itu. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan.

Mereka meminta pemerintah meninjau kembali izin yang dikeluarkan untuk pembuangan limbah yang berada di kompleks tambang kapur.

Tambahan, air di sumur warga sempat diuji dan dilakukan penelitian oleh tim dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hasilnya, air sumur positif terkena limbah kimia.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved