MENGEJUTKAN, Presiden Trump Copot Menteri Luar Negeri, Benarkah Berkaitan Korut

MENGEJUTKAN, Presiden Trump Copot Menteri Luar Negeri, Benarkah Berkaitan hubungannya dengan Korut

MENGEJUTKAN, Presiden Trump Copot Menteri Luar Negeri, Benarkah Berkaitan Korut
EPA/BBC Indonesia
Kim Jong-un dan Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat langkah yang sangat mengejutkan dengan memecat Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson. Sebab, pelengseran politisi 65 tahun tersebut terjadi di saat AS tengah fokus bersiap menghelat pertemuan dengan Korea Utara (Korut).

Sebagai ganti Tillerson, Trump mengangkat Direktur Biro Intelijen Pusat (CIA), Mike Pompeo, sebagai menteri luar negeri. Kemudian untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur CIA, Trump mengumumkan bakal mengangkat Gina Haspel, yang sebelumnya menempati posisi wakil direktur.

"Dia (Pompeo) bakal menjalankan tugas dengan sangat baik! Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan Tillerson," beber Trump di Twitter.

Tillerson, mantan CEO Exxon-Mobil di periode 2006-2016, bergabung menjadi bagian dalam kabinet Trump sejak 1 Februari 2017. Dengan demikian, dia menjadi bagian dari Pemerintahan Trump selama 1 tahun 1 bulan 12 hari.

Sementara itu, dalam pernyataan resminya, Gedung Putih menyampaikan, langkah pencopotan menteri luar negeri itu dilakukan sebagai bentuk penyegaran kabinet menjelang pertemuan dengan Korut.

"Presiden ingin memastikan mempunyai tim baru ketika mereka bertemu dengan Korea Utara," kata Gedung Putih dikutip dari AFP, Selasa kemarin.

Sementara diberitakan oleh The Washington Post, Trump sudah merasa bahwa ini saatnya untuk merombak jajaran kabinetnya.

Sejak Jumat (9/3) pekan lalu, Trump sudah memberi tahu Tillerson bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai Menlu. Kabar itu yang membuat Tillerson, sebagaimana diberitakan The Post, mempersingkat kunjungannya ke Afrika.

Tanggapan Pompeo

Sementara itu, Menlu AS yang baru, Mike Pompeo, dalam pernyataan resminya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Trump. Pompeo dikenal sebagai sosok yang loyal terhadap Trump dan memiliki sikap keras dalam kebijakan luar negeri.

"Kepemimpinan beliau (Trump) membuat AS aman. Saya tidak sabar untuk memulai tugas saya mewakili Presiden Trump dan seluruh rakyat Amerika," tutur Pompeo.

Sebelumnya, pada awal Desember 2017, pernah beredar isu pencopotan Tillerson dari posisi Menlu. Ketika itu, Pompeo juga sudah disebut-sebut sebagai suksesor Tillerson.
"Tak ada yang benar. Orang-orang perlu memperoleh sumber-sumber lebih baik," kata Tillerson, dalam wawancara singkat di Kementerian Luar Negeri menjelang jamuan makan malam untuk merayakan pemberian anugerah Kennedy Center Honor, awal Desember 2017.

Tillerson mengatakan, ia berharap berada pada resepsi yang sama setahun lagi dari sekarang. "Saya akan berada di sini sepanjang saya bisa efektif dan segalanya terlaksana. Banyak yang telah kami kerjakan," katanya saat itu. (Tribunjateng/cetak/kps/Tribunnews)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help