FOCUS

Serbuan Roti Artis

Serbuan Roti Artis. Kehadiran mereka yang biasa terlihat di layar kaca, kini kian dekat melalui produk-produk jualannya.

Serbuan Roti Artis
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Tajuk ditulis oleh wartawan Tribun Jateng, Moh Anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Roti artis menyerbu Semarang. Seperti halnya demam di berbagai kota besar di Indonesia yang juga diramaikan bisnis artis. Kehadiran mereka yang biasa terlihat di layar kaca, kini kian dekat melalui produk-produk jualannya. Gambar-gambar artisnya terpasang dalam ukuran besar.

Karenanya fans yang berada di luar Jakarta, kota yang selama ini sebagai pusat ekonomi dan hiburan, serasa terpuaskan. Terlebih bila si artis sedang berada di toko dan turut langsung dalam melayani pembeli. Jarak antara artis-penggemar pun hilang sudah. Jualan popularitas menjadi modal besar bisnis kuliner ini, di samping juga citarasa dan tampilan makanan.

Yang sudah beroperasi di Semarang, di antaranya Roru Cake milik Ruben Onsu, Wife Cake (Chelsea Olivia), Dewi Sandra (Wingkorolls), dan yang terbaru ada dua, yaitu Kuenya Ayu (Ayu Ting Ting) serta Le Bread (Sandra Dewi).

Roti dengan berbagai bentuknya ini lantas menjadi buah tangan warga, termasuk mereka yang berasal dari luar kota.

Dalam waktu dekat, aktor Rio Dewanto dan Chicco Jerikho juga akan membuka kedai baru Filosofi Kopi di Kota Lama Semarang. Bukan tak mungkin, nantinya disusul bisnis kuliner milik artis lain yang berebut pasar di ibukota Jateng ini.

Lantas apa menariknya membincangkan remeh-temeh remahan bisnis artis di daerah ini? Apalagi puluhan toko roti, yang enak, yang murah juga tersedia beragam di berbagai sudut kota.
Tentu saja: omzet. Perputaran uang di bisnis ini begitu manis bak gula yang penuh semut.
Bila masa lalu, persoalan pangan merupakan kebutuhan primer. Maka, dalam teori kebutuhan Maslow, setelah kebutuhan dasar pangan ini terpenuhi, maka manusia akan mengejar kebutuhan lainnya, yaitu kebutuhan bersosialisasi (social needs), percaya diri (self esteem), dan aktualisasi diri (self actualization).

Maka, tak heran bila kemudian kita melihat antrean mengular panjang di gerai-gerai kue artis ini. Ada semacam kebanggaan bila mereka berhasil menenteng tas plastik belanjaan berlogo gerai kue artis.

Dalam industri kreatif yang didorong pemerintah saat ini, bisnis kuliner merupakan satu subsektor di antaranya.

Industri kuliner memiliki kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif.

Tahun 2013 lalu, nilai tambah industri kuliner mencapai Rp 208,63 triliun. Jumlah tersebut menyumbang 32,5% terhadap total PDB sektor ekonomi kreatif yang sebesar Rp 641,8 triliun.

Lalu melesat pada 2016, subsektor kuliner berkontribusi 41,4 persen dari total kontribusi perekonomian kreatif Rp 922 triliun. Jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi dibandingkan 16 subsektor lain di Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI.

Ada tren yang juga tak kalah menarik di industri kuliner ini yang justru didominasi anak muda. Mereka membawa konsep baru dan unik. Bisnis kuliner ini tidak melulu soal modal dana besar maupun lokasi. Ada yang lebih penting, yakni konsep bisnis, manajemen promosi dan pemasaran yang turut menentukan keberhasilan usaha kuliner, termasuk penggunaan media sosial.

Keberadaan bisnis kue artis di daerah ini setidaknya mampu memacu pengusaha lokal untuk terus kreatif dan inovatif agar mampu bersaing di pasra kue yang makin teriris-iris. (tribunjateng/cetak/man)

Penulis: moh anhar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help