UTANG Luar Negeri Mencapai Rp 4.849 Triliun, Anak Cucu Kita makin Terbebani Pajak?

UTANG Luar Negeri Mencapai Rp 4.849 Triliun, Anak Cucu Dibebani Pajak Besar? Begini tanggapan para pengamat

UTANG Luar Negeri Mencapai Rp 4.849 Triliun, Anak Cucu Kita makin Terbebani Pajak?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNJATENG.COM - Melihat angka utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$352,2 miliar atau Rp 4.849 triliun (kurs Rp13.769) apapun alasannya, cukup mengkhawatirkan.

Para ahli ekonomi fiskal berbeda pendapat melihat kondisi tersebut. Ada yang bilang masih relatif aman, namun ada juga yang menganggap berpotensi terjadi krisis moneter.

Pada zaman orde baru masa pemerintahan Presiden Soeharto, utang luar negeri di angka US$54 miliar atau sekitar Rp 743 triliun. Dan di masa pemerintahan Presiden-presiden selanjutnya utang luar negeri terus mengalami kenaikan.

Ada yang menyebut jumlah tersebut masih dalam batas aman, tetapi ada pula yang berkata tidak.

Ada lima hal yang bisa dilihat fakta-fakta mengenai ULN.

Jalan Tol Ngawi-Kertosono
Jalan Tol Ngawi-Kertosono (ISTIMEWA)

Mengapa jumlahnya sangat banyak?

Berdasar data Bank Indonesia atau BI, utang luar negeri Indonesia 2017 mencapai US$352,2 miliar atau sekitar Rp 4.849 triliun (kurs Rp13.769).

Jumlah itu naik 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, pada 2016, ULN Indonesia 'hanya' naik sebesar 3%.

Peningkatan ULN ini cukup drastis karena "sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif pemerintah lain", ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, dalam keterangan resminya.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan bahwa untuk membangun infrastruktur di berbagai penjuru negeri pada 2015-2019, Indonesia membutuhkan anggaran sekitar Rp 5.000 triliun.

Halaman
1234
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help