Warga Kudus Ramai-ramai Mengasuransikan Kerbau Betina

Warga Kudus Ramai-ramai Mengasuransikan Kerbau Betina. Klaim jika kerbau betina mati mencapai Rp 10 juta. Premi dapat subsidi

Warga Kudus Ramai-ramai Mengasuransikan Kerbau Betina
tribunjateng/Rifqi Gozali/ist
ASURANSI - Seorang peternak di Kudus sedang menunjukkan kerbau yang dimilikinya. Warga Kudus Ramai-ramai Mengasuransikan Kerbau Betina. Pemerintah memberikan subsidi premi asuransi untuk kerbau betina. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kabupaten Kudus Sa'diyah mengatakan, tahun ini Kabupaten Kudus mendapat alokasi jatah asuransi kerbau betina sebanyak 200 ekor.

Adanya program asuransi usaha ternak kerbau (AUTK) dari Kementerian Pertanian itu, dinilai sangat menguntungkan peternak.

Jika kerbau betina milik peternak mati lantaran melahirkan atau sakit, masih ada modal dari proses klaim untuk kembali membeli kerbau.

"Jumlah premi yang dibayarkan oleh peternak kerbau betina sama dengan sapi betina yaitu Rp 40 ribu. Sebab yang Rp 160 ribu mendapat subsidi dari Kementerian Pertanian," ujar Sa’diyah, Jumat (16/3/2018). Premi itu dibayar tiap tahun.

Sa’diyah berharap, adanya subsidi asuransi untuk kerbau betina ini bisa menarik para peternak agar memperbanyak jenis betinanya.

Sebab klaim asuransi nanti yang diterima mencapai Rp 10 juta.

Proses pencairan klaim ini sudah terlaksana melalui program asuransi sapi betina.

Sampai akhir tahun 2017, klaim asuransi ternak sapi betina mencapai Rp 113 juta dari 14 ekor sapi betina.

"Penyebab mendapatkan klaim itu ada yang mati, potong paksa karena sakit dan telah mendapat pengobatan dari Dinas Pertanian namun tak kunjung sembuh," katanya.

Dwi Listiyani, Kasi Usaha Sarana dan Prasarana Peternakan Dispertanpangan Kudus mengatakan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah perangkat desa di wilayah yang menjadi basis ternak kerbau di Kudus.

Harapannya, informasi yang telah disosialisasikan tersebut bisa diteruskan kepada peternak di wilayahnya.

Menurutnya, jika peternak baik kerbau maupun sapi betina merasa harganya lebih tinggi dari klaim bisa melakukan dua polis sekaligus. Artinya, polis untuk mengikuti asuransi subsidi dan polis asuransi secara mandiri.

"Mungkin ada yang merasa harga sapi atau kerbaunya di atas Rp 20 juta, maka bisa ikut dua polis. Karena yang asuransi subsidi klaimnya hanya Rp 10 juta," katanya.

Mekanisme bagi peternak yang akan mengikuti asuransi hanya meminta surat pengantar dari ketua kelompoknya. Sementara peternak yang tidak tergabung dalam kelompok, hanya meminta pengantar dari kepala desa. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help