Ekspor Produk Kehutanan Indonesia Sudah Tembus 45,37 Miliar Dolar Amerika

Dengan dukungan sistem ITE, Hudoyo optimis ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Amerika Serikat akan meningkat

Ekspor Produk Kehutanan Indonesia Sudah Tembus 45,37 Miliar Dolar Amerika
Tribunjateng.com/Raka F Pujangga
Ekspor Produk Kehutanan Indonesia, Sudah Tembus 45,37 Miliar Dolar Amerika 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bursa Kayu Indonesia On Line (Indonesian Timber Exchange E-Commmerce) , sebuah sistem pemasaran berbasis on line untuk produk kayu olahan, diharapkan dapat mempromosikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu Indonesia (SVLK) sekaligus meningkatkan ekspor.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Energi, Hudoyo pada sambutannya di acara ekspor perdana kayu olahan melalui ITE E-Commerce di Semarang, Senin (19/3/2018), menyatakan, keberhasilan Indonesia di dalam perjanjian sukarela FLEGT VPA dengan Uni Eropa harus menjadi momentum untuk memperluas pasar ekspor produk kayu Indonesia.

Hal itu mengingat Uni Eropa mempunyai pengaruh global secara ekonomi dan politik dan preferensi konsumennya yang sangat kuat dengan masalah lingkungan.

Hudoyo menegaskan, salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor produk perkayuan adalah inovasi dan adaptasi dengan perkembangan teknologi terkini, termasuk memanfaatkan teknologi informasi dalam perdagangan produk kayu.

Karena itu, gagasan APHI bersama mitra kerjanya dari Australia, PNORS Technology Group, dan bekerjasama dengan Asosiasi lingkup Kehutanan lainnya, untuk mengembangkan aplikasi ITE layak untuk diapresiasi.

Dengan aplikasi ini, diharapkan peningkatan kinerja sektor kehutanan dari hulu sampai ke hilir, terutama yang terkait dalam perluasan akses pasar produk kayu baik domestik maupun internasional.

Hudoyo menambahkan, terpilihnya Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor perdana dengan menggunakan sistem ITE tersebut patut disambut hangat karena Amerika Serikat saat ini menempati posisi penting dengan masuk dalam 5 besar tujuan ekspor produk perkayuan Indonesia.

"Sementara itu, dari sisi kinerja ekspor produk industri kehutanan yang tercatat melalui Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) yang terkumpul secara daring sampai dengan Maret 2018, Indonesia telah menerbitkan lebih dari 790.000 dokumen V-Legal, termasuk sekitar 52.000 Lisensi FLEGT untuk tujuan Uni Eropa dengan nilai ekspor sebesar kurang lebih 45,37 miliar dolar Amerika," katanya.

Untuk periode yang sama , Indonesia mengekspor produk kayu ke Amerika Serikat senilai 4,36 miliar dolar Amerika atau kurang lebih 9.61 persen dari total ekspor produk kayu Indonesia.

"Ekspor produk kayu dari Indonesia didominasi oleh produk-produk furniture, kertas, panel dan wood working," ungkap Hudoyo.

Dengan dukungan sistem ITE, Hudoyo optimis ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Amerika Serikat akan meningkat.

"Pangsa pasar produk kayu ke Amerika Serikat perlu diperhatikan karena konsumennya dikenal peduli terhadap issue lingkungan, sehingga keberhasilan menembus pasar Amerika melalui ITE ini diharapkan dapat diikuti pasar-pasar di negara lainnya," ujar Hudoyo. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help