10 Desa di Purbalingga Jadi Prioritas Penanganan Stunting

Pemerintah Kabupaten Purbalingga punya pekerjaan rumah untuk menekan angka kasus stunting di wilayahnya yang terbilang tinggi

10 Desa di Purbalingga Jadi Prioritas Penanganan Stunting
Ilustrasi (Shutterstock) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga punya pekerjaan rumah untuk menekan angka kasus stunting di wilayahnya yang terbilang tinggi.

Purbalingga bahkan daerah yang terpilih menjadi prioritas penanganan kasus Stunting Balita di Jawa Tengah bersama dengan sembilan Kabupaten atau Kota lainnya.

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi pada anak. Kasus stunting terjadi sejak dalam kandungan dan akan muncul saat anak berusia dua tahun.

Dari 224 desa di Kabupaten Purbalingga, ada 10 desa yang perlu mendapatkan prioritas dalam penangannya, yakni desa Pelumutan Kecamatan Kemangkon, desa Brecek, Cilapar dan Sempor Kecamatan Kaligondang, desa Candinata Kecamatan Kutasari, desa Kradenan, Selagangeng dan Sengkanayu Kecamatan Mrebet, desa Bantarbarang Kecamatan Rembang, dan desa Kalitinggar Kecamatan Padamara.

Dari data yang dikeluarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian 2013, Prevalensi Stunting 2013 Purbalingga mencapai 36,75 persen, sedangkan jumlah Balita Stunting 2013 ada 29.880 dari 70.000 balita.

Sementara laporan data dari Puskesmas tahun 2017 tentang stunting prosentasenya turun menjadi 22 persen dengan rincian 16 persen yang pendek dan 6 persen sangat pendek.

Kepala Dinkes Purbalingga Hanung Wikantono menjelaskan, stunting dapat dicegah sebelum terjadi pada anak, antara lain dengan menjaga gaya hidup sehat, pemberian gizi yang baik, serta kontrol kesehatan dan tumbuh kembang anak serta imunisasi.

“Yang terpenting, pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama, kehidupan dengan memperhatikan kecukupan gizi selama kehamilan, memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif selama enam bulan, serta memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai kecukupan gizi anak,”katanya, Selasa (20/3)

Anak yang sudah terlanjur terkena stunting, kata dia, dapat diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemulihan, stimulasi pengasuhan dan pendidikan berkelanjutan.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help