Kuliner Style

Menikmati Coto Makasar di Hotel Noormans Semarang, Pakai Resep Khusus yang Bikin Makin Maknyus

Ada Coto Makassar, ada buras, harus ada juga sambal tauco, supaya rasanya makin nikmat

Menikmati Coto Makasar di Hotel Noormans Semarang, Pakai Resep Khusus yang Bikin Makin Maknyus
Tribunjateng.com/M Syofri
Menu Coto Makassar disajikan di Hotel Noormans, Jalan Teuku Umar, Kota Semarang, Rabu (07/03/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

SEMARANG, TRIBUN - Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar menyimpan aneka macam kuliner khas yang sudah tersebar hingga ke berbagai daerah di luar Sulawesi. Seperti yang ada di Kota Semarang, tepatnya berada di hotel Noormans Semarang.

Di tempat tersebut, makanan Coto Makassar menjadi satu di antara promo menu hotel yang tersedia hingga akhir bulan ini.

Tak ada bedanya dengan daerah asalnya, Coto Makassar yang dibuat Executive Chef, Andreas, menggunakan bahan utama jeroan sapi dan sari kacang.

Menurutnya, sari kacang yang dicampurkan pada masakan ini membuat Coto Makassar lebih gurih, namun tetap khas. Selain itu, ciri khas lain Coto Makassar yakni menggunakan campuran air beras.

"Kekhasan makanan ini kuncinya ada di penggunaan air beras dan sari kacang. Sehingga, membuat Coto Makassar makin gurih dan rasanya nendang," jelasnya kepada Tribun Jateng, belum lama ini.

Coto Makassar yang dijual seharga Rp 40 ribu, dan sudah termasuk segelas es teh ini, dibuat menggunakan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kacang tanah, jahe, ketumbar, jintan, kemiri, dan merica.

Semuanya dimasukkan ke dalam rebusan daging setelah ditumis terlebih dahulu. Selain itu, bedanya dengan soto yang ada di Jawa Tengah, Coto Makassar menggunakan banyak irisan daun bawang dan tomat.

"Tomat dan irisan daun bawang yang banyak, berguna menghilangkan rasa enek jeroan atau daging. Tomat juga membuat rasa kuahnya sedikit asam," ucap Andreas.

Pasangan yang serasi untuk menyantap Coto Makassar yakni buras. Buras terbuat dari beras yang direbus dengan santan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang, lalu dikukus.

Kata Andreas, Coto Makassar dan Buras merupakan santapan khas ketika lebaran Idul Fitri. Jika di pulau Jawa ibarat Lontong Opor. Selain Buras, sambal yang disandingkan dengan Coto Makassar juga khas.

"Ada Coto Makassar, ada buras, harus ada juga sambal tauco, supaya rasanya makin nikmat. Bikin sambalnya mudah, hanya cukup menambahkan sambal bawang menggunakan tauco, yang mudah ditemui di pasar atau swalayan Kota Semarang," pungkasnya. (*)

Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help