Sebanyak 143.985 Pelajar SMA/SMK Sederajat di Karisidenan Pekalongan Akan Ikuti USBN

Pasalnya materi USBN yang diikuti oleh para siswa 19-30 Maret mendatang dibuat oleh sekolah masing-masing.

Sebanyak 143.985 Pelajar SMA/SMK Sederajat di Karisidenan Pekalongan Akan Ikuti USBN
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Gunawan Sudharsono saat mendatangi SMA N 1 Sragi, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dalam mewujudkan siswa yang berkarakter pihak sekolah diminta untuk menunjukan integritasnya saat mengadakan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).

Pasalnya materi USBN yang diikuti oleh para siswa 19-30 Maret mendatang dibuat oleh sekolah masing-masing.

Adapun prosentase materi dalam USBN 20-25 persen dari Pemerintah Pusat dan 80-75 persen dari pihak sekolah. Hal tersebut dirasa perlu diawasi agar kecurangan tidak terjadi saat pelaksanaan ujian.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah VI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Gunawan Sudharsono, ada 143.985 pelajar yang akan mengikuti ujian.

"Di wilayah Karisidenan Pekalongan ada 143.985 siswa yang terdidi dari 68.508 siwa dan 75.477 sisiwi, jumlah tersebut dari 908 sekolah baik negeri ataupun swasta," ujarnya, Selasa (20/3/2018).

Pihaknya menambahkan setelah para siswa SMA/SMK menjalani USBN, tanggal 2-5 April akan mengikuti Ujian Nasional (UN).

"Kalau USBN ada campur tangan dari pihak sekolah dan pusat, namun untuk UN semua dari pusat, yang harus ditekankan pihak sekolah harus jujur dalam pelaksanaan USBN, pasalnya dari distribusi dan pembuatan materi mayoritas dari sekolah masing-masing," imbuhnya.

Gunawan menghimbau jangan sampai ada kecurangan dari pihak sekolah untuk mengatrol nilai para peserta didiknya.

"Semoga semua pelajar bisa mengikuti ujian, baik USBN ataupun UN secara jujur, karena dengan kejujuran menunjukan bahwa pihak sekolah memiliki integritas dalam menciptakan murid berkarakter," pungkasnya.

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved