Pilgub Jateng

Sekitar 29.469 Warga Kabupaten Semarang Terancam Kehilangan Hak Pilih

Bawaslu Kabupaten Semarang menyatakan 29.469 warga berpotensi kehilangan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur 2018

Sekitar 29.469 Warga Kabupaten Semarang Terancam Kehilangan Hak Pilih
tribunjateng/dok
ILUSTRASI sejumlah pelajar ikuti rekam data untuk pembuatan e KTP 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang menyatakan 29.469 warga berpotensi kehilangan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Anggota Panwaslu Kabupaten Semarang, Mohammad Talkis mengatakan puluhan ribu warga tersebut belum melakukan rekam data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Talkis mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang. "Artinya masih banyak warga yang berpotensi tidak dapat memilih tanggal 27 Juni mendatang," ujarnya, akhir pekan lalu.

Talkis menambahkan alangkah baiknya warga segera melakukan perekaman e-KTP agar tak kehilangan suara. Mengingat pemilih harus rekam e-KTP yang dibuktikan melalui fisik e-KTP atau Surat Keterangan (Suket) telah melakukan perekaman e-KTP.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan daftar pemilih sementara (DPS) tanggal 24 Maret. DPS ini akan diuji publik hingga tanggal 2 April, sebelum akhirnya menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Talkis berharap warga proaktif melihat pengumuman DPS yang dipasang di tiap TPS dan kantor desa. Dirinya juga mengungkapkan selama uji publik ini kami perintahkan jajaran pengawas desa dan kecamatan mengawasi proses uji publik.

Jika ada warga yang belum masuk dalam DPS, Talkis menghimbau segera lapor ke panitia pemilihan kecamatan (PPK) atau pengawas desa dan kecamatan agar dimasukkan dalam daftar pemilih. "Atau jika terdapat warga yang telah meninggal dunia yang semestinya dicoret dalam daftar pemilih dapat segera melaporkan," ungkap Talkis.

Selain itu warga juga diharapkan melaporkan jika ada warganya yang telah menikah di bawah tujuh belas tahun. Karena status sudah menikah meskipun belum berusia tujuh belas tahun telah masuk dalam daftar pemilih. Seluruh laporan ini dapat dilakukan di posko pengawas pemilu yang berada di setiap desa dan kecamatan.

Talkis juga menyatakan di setiap kantor pengawas desa dan kecamatan akan dibuka posko pengaduan e-KTP. Hal ini dimaksudkan untuk membantu Dispendukcapil mengajak warga untuk rekam e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristiono mengatakan warganya yang berusia 17 tahun ke atas dan belum melakukan perekaman e-KTP, ada 22.459 orang. Ada pula 7.019 warga yang pada saat 27 Juni 2018 telah berusia 17 tahun belum rekam EKTP.

"Seluruh warga wajib rekam e-KTP ini telah diundang oleh Dispendukcapil berdasarkan nama dan alamat (by name by address) guna melakukan rekam EKTP di kecamatan atau rekam data e-KTP keliling," tandasnya. (tribunjateng/cetak/arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help