Hotline Public Service

Ini Salah Siapa? Lapak di Pasar Peterongan Tidak Punya Akses Jalan

Berikut ini tanya jawab hotline public service yang dimuat di koran Tribun Jateng edisi Rabu 28 Maret 2018.

Ini Salah Siapa? Lapak di Pasar Peterongan Tidak Punya Akses Jalan
tribunjateng/dok
Pasar Peterongan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini tanya jawab hotline public service yang dimuat di koran Tribun Jateng edisi Rabu 28 Maret 2018.

Ini Salah Siapa? Lapak di Pasar Peterongan Tidak Punya Akses Jalan

Kepada yang terhormat Bapak/Ibu kepala Dinas Perdagangan, kami pedagang Pasar Peterongan yang baru aja direnovasi merasa dirugikan. Lapak kami di bagian belakang pasar, tapi tidak diberi akses jalan ke belakang. Tahunya dari depan tidak ada jalan tembus ke belakang. Ini salah siapa? Pengembang atau pengelola pasar? Tolong kepada bapak kepala dinas terkait disurvei atau ditata ulang letak lapak-lapaknya. Kasihan kami pedagang yang dapat jatah bagian belakang. Sepi pembeli karena tidak ada akses jalan kebelakang. Terima kasih, semoga Bapak sudi mengerti keadaan kami dan menindaklanjuti unek-unek kami. Terimakasih.

+62896840397xx

Jawaban
Bapak/Ibu yang saya hormati, Pasar Peterongan termasuk salah satu pasar cagar budaya. Di kota semarang ada sekitar empat pasar cagar budaya, yang memang tidak boleh dibongkar dari bentuk aslinya. Pasar tersebut meliputi Pasar Peterongan, Pasar Jatingaleh, Pasar Randusari, dan Pasar Johar.
Memang, untuk menata dan mengembangkan pasar-pasar tersebut harus seizin dan sepengetahuan, kalau tidak salah, Badan Cagar Budaya. Maka, revitalisasinya pun tidak sama dengan bangunan pasar biasa.
Untuk Pasar Peterongan, pasar tersebut termasuk cagar budaya, dan memang kondisi sekarang tampak rapi dan indah. Namun di sisi lain kelihatan kumuh atau kurang rapi, yakni pasar di belakang Pasar Peterongan cagar budaya, yang dikenal dengan nama "Pasar Koplak".
Memang saat ini pedagang yang sudah memperoleh tempat cenderung membiarkan losnya kosong dan mereka lebih banyak berjualan di lingkungan Pasar Koplak.
Nanti untuk pintu ke belakang yang nyambung dengan Pasar Koplak akan kami buat dan perbaiki dengan anggaran perubahan tahun 2018. Terima kasih masukannya. (rtp)

Fajar Purwoto
Kepala Disperindag Kota Semarang

===========================

Tikungan Posis Kaligawe Ambles

HALO, Tribun Jateng. Mohon perhatian dinas terkait untuk kondisi jalan di tikungan Posis Kaligawe karena aspal ambles terhadap jalan cor sehingga sangat berbahaya saat sepeda motor menikung. Lebih-lebih banyak penyebrang jalan memotong dari arah Pasar Waru Sedompyong. Terimakasih.
griya321@hotmail.com

Jawaban
Jalan Pengapon masuk ruas yang menjadi tanggung jawab Pemkot Semarang. Karena sudah kami cek, jalan nasional Kaligawe dan Raden Patah aman. Terimakasih. (rtp)

Danang Triwibowo
Satker PJN Metropolitan Semarang

===========================

Tutup Jalur Pemisah Jalan Majapahit

JALUR pemisah di Jalan Majapahit atau depan Jalan Beruang atau bawah jembatan tol, saya usulkan dibuat permanen saja. Banyak sepeda motor dan sepeda menerobos jalur karena masih ada celah. Hal itu membahayakan kendaraan yang melaju dari arah timur. Terimakasih.

+6289885209xx

Jawaban
Terimakasih. Jika ada sepeda motor atau sepeda menerobos median jalan di lokasi tersebut, jelas sangat berbahaya, mengingat volume dan kecepatan lalu lintas yang cukup tinggi. Untuk penutupan median jalan kami akan koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jateng, mengingat status jalan tersebut merupakan jalan provinsi. Namun untuk langkah jangka pendek, kami upayakan untuk menutup dengan pagar pemisah jalan. (rtp)

M Khadik
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help