TribunJateng/

Asfa Widiyanto Dikukuhkan, IAIN Salatiga Kini Miliki Delapan Guru Besar

Dalam pengukuhan tersebut, Asfa memberikan orasi ilmiahnya yang berjudul Islam, Multikulturalisme dan Nation-Building di Era "Pasca-Kebenaran"

Asfa Widiyanto Dikukuhkan, IAIN Salatiga Kini Miliki Delapan Guru Besar
Tribunjateng.com/Ponco Wiyono
Rektor IAIN Dr Rahmat Hariyadi (kiri) menyalami Asfa Widiyanto usai pengukuhan guru besar di Aula Kampus 1 IAIN Salatiga pada Kamis (29/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - IAIN Salatiga kini memiliki delapan guru besar setelah salah satu dosen mereka, yakni Asfa Widiyanto dikukuhkan sebagai guru besar dalam seremoni yang di gelar di aula Kampus 1 IAIN pada Kamis (29/3/2018).

Dalam pengukuhan tersebut, Asfa memberikan orasi ilmiahnya yang berjudul Islam, Multikulturalisme dan Nation-Building di Era "Pasca-Kebenaran".

Rektor Dr Rahmat Hariyadi dalam sambutannya mengatakan ia bangga, karena selain menambah daftar guru besar di kampusnya, pengukuhan kali ini terasa istimewa karena Asfa masih tergolong berusia muda yakni 44 tahun.

"Ini adalah sebuah kebanggan besar bagi kami. Kawan-kawan dari IAIN Pekalongan, Kudus itu sempat bercerita jika guru besar di sana sudah beranjak pensiun sementara di IAIN Salatiga justru bertambah. Semoga beliau mampu menyumbangkan pemikiran untuk Islam di masa perang peradaban seperti saat ini," ujarnya.

Asfa Widiyanto merupakan sosok kelahiran Kabupaten Batang pada 22 November 1975. Pendidikannya selepas MAN adalah strata satu jurusan Ilmu Agama di STAIN Surakarta dan lulus pada tahun 1999.

Asfa kemudian mengambil jenjang S2 di Universitas Leiden Belanda pada 2002 kemudian dilanjutkan dengan program magister Ilmu Agama ini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pendidikan termutakhir Asfa adalah jenjang doktoral di Universitas Rheinische Fiedrih-WIlhelms Leiden, Jerman.

"Pasca-kebenaran adalah masa ketiga teknologi informasi sudah sedemikian maju seperti sekarang dan orang cenderung mengikuti sesuatu berdasarkan emosinya, sedangkan dulu fakta dan realitas itu jelas," katanya terkait materi orasi ilmiah yang mengantarkannya menjadi guru besar.

Dalam acara pengukuhan tersebut, hadir perwakilan dari berbagai kampus Islam di Jawa tengah. Menurut Humas IAIN Salatiga, M Zidni, enam dari delapan guru besar di kampusnya masih aktif mengajar. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help