Siti Masitha Dituntut 7 Tahun Penjara

Siti Mashita Dituntut 7 Tahun Penjara Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/4/2018)

Siti Masitha Dituntut 7 Tahun Penjara
tribunjateng/hermawan handaka
Walikota Tegal nonaktif, Siti Masitha terdakwa kasus suap 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jaksa Penuntut Umum KPK, Fitroh Rochcahyanto, menuntut Walikota Tegal nonaktif, Siti Masitha dengan tuntutan hukuman penjara 7 tahun.

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/4/2018), Jaksa Fitroh juga menuntut majelis hakim mencabut hak politik Masitha, 4 tahun setelah terdakwa bebas.

Pada amar tuntutan, Jaksa Fitroh, juga meminta Majelis Hakim menjatuhkan pidana denda sebanyak Rp 200 juta.

Siti Mashita Dituntut 7 Tahun Penjara Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/4/2018)
Siti Mashita Dituntut 7 Tahun Penjara Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (2/4/2018) (tribunjateng/hesty imaniar)

"Menuntut Majelis Hakim menyatakan terdakwa, secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, yang diatur di Pasal 1 huruf B, UU Nomer 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah ke UU Nomer 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 64 KUHP," katanya di Hakim Antonius Widjantono, tegas.

Tidak hanya itu, Fitroh juga menegaskan, bahwa, jika pidana denda tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan hukuman penjara 6 bulan.

Dalam pertimbangan Fitroh, Siti Mashita telah menikmati suap, sekitar Rp 500 juta, selain itu, pihaknya juga menganggap Masitha koorperatif selama persidangan berjalan. Adapun Jaksa Fitroh juga mengatakan, bahwa, Masitha juga menyesali perbuatannya, sehingga hal itu menjadi pertimbangan tersendiri untuk hukumnya.

"Perbuatan Siti Masitha ini telah melibatkan mantan ketua Nasdem Brebes, Amir Mirza Hutagalung, dalam pengaturan pemerintahan Tegal merupakan hal yang salah," ujarnya.

Sementara itu, dia juga menilai bahwa uang suap yang diberikan dari Cahyo Supriyadi, Sugiyanto, Sri Murni, dan Sadat Fariz melalui Amir Mirza yang ditujukan kepada terdakwa. Terdakwa, diakui Fitroh, juga menyatakan bahwa Amir Mirza Hutagalung merupakan representasi Masitha, sebagai Walikota Tegal.

Usai dengan agenda tuntutan jaksa, pengadilan kasus Masith, akan dilanjutkan dengan pembelaan secara pribadi.

"Kami akan mengajukan pembelaan pribadi, yang mulia," ucapnya, singkat.

Pada informasi sebelumnya, Siti Masitha dan Amir Mirza Hutagalung ditahan, karena, diduga terlibat kasus suap Cahyo Supardi, wakil yang menyuap Walikota Tegal, Siti Masitha.

Menurut dakwaan, Cahyo telah memberikan suap kepada Siti Masitha sejak 2016 hingga 2017. Total jumlah suap yang diterima oleh Siti Masitha mencapai sekitar Rp 7 miliar. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help