Masih Ada di Indonesia, Ini Alasan Beberapa Negara Hapus Ujian Nasional

Ujian pertama yang dilakukan pada tahun 1950 bahkan memiliki nama yang terdengar seram, yaitu Ujian Penghabisan (UP).

Masih Ada di Indonesia, Ini Alasan Beberapa Negara Hapus Ujian Nasional
tribunjateng/dok
Pelaksanaan ujian tingkat SMA dengan sistem UNBK di Jawa Tengah tahun lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suci Rahayu 

TRIBUNJATENG.COM - Penghapusan Ujian Nasional atau UN di Indonesia masih terus  menjadi wacana atau bahkan hanya desas desus saja. 

Sudah banyak perdebatan mengenai perlu atau tidaknya Ujian Nasional. 

Dari masa ke masa, nama tes terakhir dalam satu jenjang pendidikan di Indonesia ini sempat beberapa kali berubah. 

Ujian pertama yang dilakukan pada tahun 1950 bahkan memiliki nama yang terdengar seram, yaitu Ujian Penghabisan (UP) yang semua jawabannya berbentuk esai.

Nama tersebut kemudian berganti menjadi Ujian Negara, Ujian Akhir Nasional (UAN), Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas), Ujian Nasional (UN), hingga sekarang dinamakan Ujian Akhir Berbasis Komputer (UNBK). 

Sistemnya pun berubah-ubah, mulai dari pilihan ganda, dibagi dua dengan nilai sekolah, paket soal 5 jenis lebih, hingga menggunakan komputer. 

Setiap tahunnya pasti ada saja masalah kebocoran kunci jawaban, kertas ujian yang rusak atau siswa ketahuan mencontek. 

Belum lagi keluhan para siswa yang stres karena harus mengikuti jam tambahan dan les di luar jam sekolah. 

Fenomena mencontek dan berburu kunci jawaban ini bisa jadi adalah efek dari sistem pendidikan yang hanya mengejar nilai. 

Halaman
1234
Penulis: Suci Rahayu
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help