Indonesia Lumpuhkan Kapal Buron Interpol, Susi: Mereka Pelaku Kejahatan Trans-nasional

Indonesia Lumpuhkan Kapal Buron Interpol, Menteri Susi: Mereka diduga Pelaku Kejahatan Trans-nasional

Indonesia Lumpuhkan Kapal Buron Interpol, Susi: Mereka Pelaku Kejahatan Trans-nasional
tribunjateng/cetak
Indonesia Lumpuhkan Kapal Buron Interpol, Menteri Susi: Mereka diduga Pelaku Kejahatan Trans-nasional 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Satuan Tugas 115 berhasil menangkap kapal STS-50 yang menjadi buron Polisi Internasional (Interpol) pada Jumat (6/4). Dalam kapal itu terdapat 20 orang warga negara Indonesia yang tidak dilengkapi paspor dan KTP.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrohman menceritakan perwiranya terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan karena kapal STS-50 melakukan penolakan ketika diminta berhenti dan diperiksa.

"Saking kerasnya penolakan itu sampai perwira saya mengeluarkan tembakan peringatan. Setelah itu kami pisahkan kru asingnya, lalu kami kawal," kata Achmad dalam jumpa pers di rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Jakarta, Sabtu (7/4).

Achmad mengatakan kapal itu dipakai untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal dan di dalamnya terdapat 20 orang warga negara Indonesia (WNI). Achmad menduga 20 orang WNI itu merupakan korban perdagangan manusia atau human trafficking.

Para WNI itu tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Selain WNI, di kapal itu terdapat 10 warga negara Rusia dan Ukraina.

Kini kapal buronan Interpol tanpa bendera dan menyimpan delapan bendera yang kabur dari negara Togo dan Tiongkok karena kasus pemalsuan identitas tersebut sudah dilumpuhkan. Kapal itu ditangkap di sekira 60 mil sisi tenggara Pulau Weh, Provinsi Aceh, pada pukul 17.30 WIB.

Satuan Tugas (Satgas) 115 yang terdiri dari TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Polri. Satgas melaksanakan permintaan resmi Interpol melalui NCB Indonesia.

Dalam kesempatan itu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti membeberkan modus baru penangkapan ikan secara ilegal di Indonesia.

Menurutnya, pelaku illegal unreported unregulated fishing tersebut kini sudah mulai melakukan cara-cara baru yaitu transhipment atau penjemputan ikan dari kapal-kapal ikan Indonesia di wilayah laut perairan Indonesia terluar

"Jadi sekarang modusnya berganti, bukan kapal asing yang menangkap ikan, tapi kapal Indonesia," kata Susi.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help