Jadi Tuan Rumah IWGM, Undip Semarang Bakal Lakukan Ini Untuk Lingkungan

Universitas Diponegoro (Undip) didaulat menjadi tempat penyelenggaraan International Workshop on UI Green Metric (IWGM)

Jadi Tuan Rumah IWGM, Undip Semarang Bakal Lakukan Ini Untuk Lingkungan
Net
Undip 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro (Undip) didaulat menjadi tempat penyelenggaraan International Workshop on UI Green Metric (IWGM) ke empat di tahun ini.

Gelaran tersebut sudah berlangsung sejak Minggu (8/4/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan hingga besok Selasa (10/4/2018) tersebut, setidaknya diikuti sekitar 140 peserta dari 23 negara.

Adapun UI Green Metric itu sendiri, merupakan suatu perangkingan perguruan tinggi tingkat dunia yang diinisiasi Universitas Indonesia pada 6 indikator.

"Pertama adalah setting and infrastrukcure, waste, energi, penggunaan air, transportasi, dan pendidikan. Secara umum tujuannya untuk memberikan wadah sharing pengalaman serta strategi perguruan tinggi dunia dalam pengelolaan lingkungannya," kata Rektor UI Prof Dr Ir Muhammad Anis.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (9/4/2018), sebagai pemprakasa UI Green Matric tersebut, kegiatan yang digelar di Undip Semarang tersebut merupakan puncak dari seluruh lokakarya nasional yang telah diadakan di seluruh dunia sejak 2016 hingga 2017 lalu.

"Kami bangga telah menerima cukup banyak masukan positif dari banyak pimpinan universitas di seluruh dunia. Dari kegiatan ini, kegiatan serupa sebelumnya kami laksanakan di Turki," ucapnya.

Terpisah, Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama mengutarakan, pihaknya berterima kasih karena telah diberi amanah besar sebagai tempat penyelenggaraan UI Green Matric tersebut.

"Dan kami akan senantiasa mengupayakan Undip sebagai perguruan tinggi kampus hijau yang peduli terhadap lingkungan. Termasuk di dalamnya ada management sustainable," jelasnya.

Yos Johan berkata, diharapkan juga dari upaya tersebut, ke depan Undip bisa menjadi icon. Smart kampus yang terbukti dan mampu membuktikan dukungannya dalam mewujudkan Kota Semarang yang smart city.

"Saat ini kami sudah menerapkan sistem penanganan sampah terpadu. Dan bisa dibuktikan sendiri, di kampus ini tidak ada lagi aktivitas bakar-bakar sampah. Apa yang bisa dimanfaat, dipilah untuk aktivitas lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat lebih luas lagi," bebernya.(*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved