Residivis Banting Setir, Dari Jambret Jadi Pengedar Narkoba

Polres Kebumen menangkap pengedar narkoba jenis sabu, AR (27), warga desa Demangsari Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen

Residivis Banting Setir, Dari Jambret Jadi Pengedar Narkoba
Istimewa
Polres Kebumen tangkap pengedar narkoba yang seorang residivis. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Polres Kebumen menangkap pengedar narkoba jenis sabu, AR (27), warga desa Demangsari Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen.

Tersangka tidak bisa mengelak, saat Jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen menemukan satu paket sabu seberat 0.30 gram miliknya yang disimpan di wadah rokok kretek pada hari Rabu (04/04) kemarin. Ia pun dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan perihal kejahatannya.

"Saat ini tersangka masih diperiksa penyidik Sat Resnarkoba. Tersangka juga telah mengakui itu barang bukti sabu, adalah miliknya," kata Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin, Senin (09/04).

Kasat Resnarkoba AKP Hari Harjanto mengatakan pihaknya menangkap tersangka di pinggir Lapangan Manunggal Gombong, kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.

Lapangan Manunggal yang sepi ternyata sering digunakan untuk berpesta miras dan transaksi narkoba.

"Kami dapatkan tersangka di situ," kata AKP Hari Harjanto

Dari hasil penangkapan itu, polisi menyita satu paket sabu seberat 0.30 gram yang dimasukan ke dalam bungkus rokok, hand phone merek Samsung, serta 1 unit sepeda motor matic yang diduga milik tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, AR ternyata adalah residivis dan pernah masuk bui pada tahun 2015 karena kasus pencurian dengan kekerasan. Saat itu tersangka diputus satu tahun kurungan penjara oleh pengadilan.

Tersangka mengaku terpaksa menjual sabu karena himpitan ekonomi. Pendapatan yang ia dapatkan sebagai sOpir tembak pengangkut batu kapur tidak bisa mencukupi kebutuhan ekonominya.

Namun menjajakan sabu tetap saja tidak dibenarkan menurut undang undang. Akibat perbuatannya, AR terancam bernostalgia dengan meringkuk di balik jeruji besi.

Karena perbuatannya AR dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UURI NO. 35 th 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan lima sampai sepuluh tahun penjara, serta denda Rp 1 miliar sampai Rp 10 Miliar. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved