TribunJateng/

35 Peserta Ikuti Lomba Inovasi Olahan Ikan di Gedung Korpri Kabupaten Tegal

"Kita juga menilai proses memasaknya, jangan sampai nanti udah bergizi namun prosesnya terlewat," tutur Ketua Dewan Juri, Iswanto

35 Peserta Ikuti Lomba Inovasi Olahan Ikan di Gedung Korpri Kabupaten Tegal
Tribunjateng.com/Bare Kingkin Kinamu
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (KPP) Kabupaten Tegal,Toto Subandriyo, saat membuka Lomba Inovasi Olahan Ikan di Gedung Korpri Kabupaten Tegal, Selasa (10/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sejumlah 35 peserta dari PKK, Dharma Wanita, dan organisasi gabungan perempuan se-Kabupaten Tegal mengikuti lomba inovasi olahan ikan yang diadiadakan oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (KPP) Kabupaten Tegal
di Gedung Korpri Kabupaten Tegal Jalan Dr Soetomo No.2, Selasa (10/4/2018).

Lomba inovasi ini sekaligus untuk memeringati hari Kartini.

Terlihat beberapa peserta sudah siap di meja masing-masin mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk di masak.

"Saya harap tingkat mengonsumsi ikan semakin lebih banyak, dengan mengonsumsi ikan bisa mendorong gizi yang lebih baik," tutur Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (KPP) Kabupaten Tegal,Toto Subandriyo, kepada Tribunjateng.com, Selasa (10/4/2018).

Dari keterangan Toto Subandriyo angka konsumsi ikan di Kabupaten Tegal tahun 2017 yakni 20,43% perkapita.

"Ya normalnya yakni 23% perkapita dalam setahun. Jadi konsumsi penduduk warga Kabupaten Tegal untuk ikan masih sedang," imbuh Kepala Dinas Perikanan dan Perternakan (KPP) Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo, saat pembukaan lomba inovasi pengolahan ikan.

Lomba inovasi olahan ikan ini merupakan lomba ke-4 yang gelar.

Usai sambutan dari Kepala Dinas Perikanan dan Perternakan (KPP) Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo, para peserta melakukan persiapan di meja masing-masing.

Juri penilaian lomba ini yakni dari ICA (Indonesia Chef Association) beberapa aspek yang dinilai yakni kebersihan dan performa.

Ketua Dewan Juri, Iswanto, mengemukakan selain kandungan performa juga penting.

"Kita juga menilai proses memasaknya, jangan sampai nanti udah bergizi namun prosesnya terlewat," tutur Ketua Dewan Juri, Iswanto, kepada Tribunjateng.com.

Panitia memberi waktu kurang lebih selama 1-1,5 jam untuk menyelesaikan olahan inovasi mereka.
Ada yang mengolah martabak ikan kakap, sayur kuah ikan, dan masih banyak lagi. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help