Cerita Rusman, Seniman Kayu "Telik Sandi" Batang Yang Dapat Orderan Hingga Perancis dan Afrika.

Berawal dari kesukaannya terhadap mainan kayu dari kecil, Kadarusman seniman kayu dari Kabupaten Batang kini menjadi pengusaha kacamata kayu.

Cerita Rusman, Seniman Kayu
dina indriani
Telik Sandi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Berawal dari kesukaannya terhadap mainan kayu dari kecil, Kadarusman seniman kayu dari Kabupaten Batang kini menjadi pengusaha kacamata dan jam tangan kayu.

Dengan brand yang Ia namakan Telik Sandi yang diambil dari tokoh mata mata ini merupakan aksesoris salah satu penunjang penampilan yang terbuat dari kayu dan mampu menarik pembeli hingga Perancis dan Afrika.

Rusman sapaan akrabnya menceritakan kesukaannya terhadap kayu sempat Ia kubur saat masa-masa remaja karena tertarik di dunia musik.

"Dari kecil memang sudah suka kayu, dulu membuat mainan kayi sendiri yang diajarkan oleh Ayah saya, saat remaja sempat saya kubur karena tertari di musik, nah entah kenapa di musikpun ya tidak jauh jauh dari kayu, karena alat musik juga terbuat dari kayu dari situ mulai lagi tergerak hati saya untuk kembali menggeluti kerajinan kayu," terangnya kepada Tribunjateng.com.

Awalnya Ia membuat kerjinan kayu dengan membuat rangkaian huruf, hingga pada 4 tahun yang lalu Ia mulai membuat aksesoris penunjang penampilan, kacamata dan jam tangan kayu.

"Awal-awal saya bikin tulisan rangkaian huruf dari kayu, seperti alamat rumah atau rangkaian nama. Tapi semua harus terus berkembang dan berinovasi yang kemudian 4 tahun lalu saya mulai membuat aksesoris lain seperti kacamata dan jam tangan dari kayu, dulu belum ada referensi sehingga harus berkreatif sendiri, waktu itu masih sangat jarang dan menurut saya di Jawa Tengah Telik Sandi brand tertua," tuturnya.

Laki-laki yang lahir di Palembang ini mengaku sempat terkendala tool peralatan saat awal pembuatan kacamata dan jam tangan kayu.

"Kendalanya awal-awal itu peralatannya susah didapat, bahkan saya mencari dari semua daerah batang hingga pekalongan tidak ada, sehingga harus beli online di luar kota," ujarnya.

Sebagai seniman kayu, Ia tidak sekedar menjual barang yang Ia buat, namun mengandalkan kreatifitas dan kualitas.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved