TribunJateng/

100 Petugas Parkir di Kabupaten Batang Mendapat Pembinaan dan Sosialisasi dari Tim Saber Pungli

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen parkir dan memberikan kenyamanan

100 Petugas Parkir di Kabupaten Batang Mendapat Pembinaan dan Sosialisasi dari Tim Saber Pungli
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Asisten Pemerintahan Sekda Batang Retno Dwi Iraianto, Kepala Dinas Perhubungan Murdiono bersama Tim Anggota Saber Pungli lainnya memakaikan Baju Kepada Perwakilan petugas parkir. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - 100 petugas parkir yang beroperasi di Kabupaten Batang mendapatkan pembinaan dan sosialisasi ketertiban lalu lintas dan saber pungli yang digelar oleh Tim Saber Pungli, di Gedung Pramuka, Rabu (11/4/2018).

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen parkir dan memberikan kenyamanan, keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiono.

"Yang lebih lagi kita akan memberikan efek jera dalam upaya pemberantasan pungutan liar terutama bagi petugas parkir yang tidak sesuai perundang - undangan," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa sosialisasi tersebut memberikan pembinaan kepada para juru parkir dalam melayani parkir dengan nyaman, aman dan selamat dalam menjalankan tugas.

"Menghindari dari segala bentuk praktek pungutan liar baik langsung maupun tidak langsung, adanya sosialisasi dan pembinaan ini diharapkan mampu memahami segala bentuk peraturan perundang - undangan yang telah dikeluarkan pemerintah dan menghindari praktek pungutan liar," tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Batang dan selaku tim Saber Pungli Retno Dwi Irianto juga mengajak semua warga untuk membangun budaya tertib dan rapi di Kabupaten Batang, yang utamanya bagi pengatur parkir agar lebih tertib yang sesuai dengan perundang - undangan.

"Suatu kota yang tertib berlalu lintas, parkiran tertata dengan baik maka menggambarkan wilayahnya orang - orangnya memiliki disiplin, budaya etos kerja yang baik," tuturnya.

Oleh karena itu Ia mengajak dengan kesadarannya bersma - sama melaksanakan budaya tertib berlalu lintas, tempat parkir kendaraan yang telah ditentukan dan petugas parkir harus menata dan memungut parkir sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

"Polisi dan petugas jumlahnya terbatas maka kita harus sadar untuk mematuhi peraturan - rambu - rambu lalu lintas ataupun peraturan lainya, karena apapun bentu pelanggaran akan membuat kekacauan," jelasnya.

Retno Dwi Irianto juga mengatakan konsentrasi Bupati Wihaji sekarang agar menjadi daerah kunjungan wisata 2022, yang menginginkan banyak orang datang ke Batang menikmati berwisata di Batang. Karena semakin banyak yang berkunjung di Batang maka perputaran ekonomi semakin meningkat.

"Mari kedatangan orang orang tersebut kita bantu menata parkir agar tidak semrawut, yang itu bentuk kontribusi kita dan peran juru parkir untuk membantu tata kelola yang baik, karena kalau bukan kita siapa lagi," pintanya

Di jelaskan juga dengan parkir yang memungut tidak sesuai perda bisa di katakan pungutan liar, karena ada aturanya dalam perda No 5 tahun 2010 yang mengatur parkir baik sepeda motor maupun mobil dan menggunkan karcis retribusi, yang artinya kita memberikan kontribusi kepada pemerintah nanti pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat.

"Retribusi parkir itu ada bukti karcisnya dan pembayaran sesuai yangvterbukti di karcis, dan kita juga harus memberikan pelayanan parkir sebaik mungkin dengan konsumen parkir, sehingga merasa di layani oleh petuas parkir," tandasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help