Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Berdemo di Depan Kantor Bupati Kendal, Ini Tuntutan Mereka

Berbagai langkah yang dilakukan para pedagang agar dapat bertemu dan beraudiensi dengan bupati Kendal, tidak menemukan titik temu

Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu Berdemo di Depan Kantor Bupati Kendal, Ini Tuntutan Mereka
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Pedagang pasar pagi Kaliwungu berdemonstrasi di depan kantor Bupati Kendal 

Laporan wartawan Tribun Jateng Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Delapan bulan pasca kebakaran yang melanda pasar pagi Kaliwungu, belum ada kejelasan kapan pasar yang menjadi pusat perekonomian warga Kaliwungu akan dibangun.

Berbagai langkah yang dilakukan para pedagang agar dapat bertemu dan beraudiensi dengan bupati Kendal, Mirna Annisa, tidak menemukan titik temu.

Akhirnya ratusan pedagang pasar pagi Kaliwungu menggelar demonstrasi di halaman kantor Bupati Kendal pada Kamis (12/4/2018). Mereka menuntut kejelasan pasar yang menjadi tempat mereka berdagang segera dibangun.

Mashun, Ketua paguyuban pedagang pasar pagi Kaliwungu Kendal, mengatakan pasca kebakaran omzet pedagang anjlok sebanyak 40 persen.

Hal itu makin diperparah dengan Pemkab Kendal menaikkan retribusi pasar yang semulanya Rp 160 ribu perbulan menjadi Rp 192 ribu perbulan.

"Selama ini kami tidak menerima bantuan apapun dari Pemkab. Bahkan Pemkab tidak menyediakan pasar darurat agar kami bisa bedagang. Semua kami bangun dengan dana kami sendiri," ujarnya.

Pria berkacamata itu mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan pasar itu dengan dilampirkan bukti forensik kebakaran kepada bupati sejak November lalu. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut mengenai hal itu.

"Tuntutan kami ada empat yakni, meminta dipercepat proses penghapusan aset agar proses lelang pembangunan segera dilakukan, meminta kejelasan kapan pasar kami dibangun, meminta retribusi dikembalikan seperti semula dikarenakan omzet kami yang turun drastis," ucapnya

Mashun melanjutkan ia meminta agar DPRD untuk mengusulkan anggaran perubahan tahun 2018 dan APBD murni 2019 untuk proses pembangunan pasar pagi Kaliwungu.

Sementara itu, Mahmulatin, satu pedagang kecewa terhadap langkah bupati. Menurutnya pasca kebakaran yang melanda pada 18 Agustus 2018 itu, Bupati Kendal tidak. pernah menengok pasar yang menjadi pusat perdagangan kecamatan Kaliwungu itu.

"Saya pikir kami bisa diterima untuk bertemu denga cara yang kekeluargaan, tanpa harus berdemo seperti ini " ujarnya

Wanita berkerudung itu mengatakan saat ini para pedagang menggelar dagangan di lahan parkir dengan peralatan seadanya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help