Pengendara Motor Yang Menyenggol Ati Hingga Masuk Kolong Truk Langsung Tancap Gas

Sebelum kecelakaan tersebut, diberitakan bahwa setidaknya ada enam korban meninggal sepanjang awal 2018

Pengendara Motor Yang Menyenggol Ati Hingga Masuk Kolong Truk Langsung Tancap Gas
tribunjateng/dok
ILUSTRASI kecelakaan lalulintas 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kecelakaan yang melibatkan kendaraan truk tronton dengan sepeda motor kembali terjadi di ruas jalan Semarang-Kendal atau tepatnya Jalan Siliwangi, Kamis (12/4/2018) pagi, salah satu pengendara motor Vario H 2245 ALG, Ati Kirana Widyawati (49) sempat terseret truk tronton N 8505 US yang dikendarai Sumar (28) warga Kademangan, Probolinggo, Jawa Timur.

Kanit Laka Polrestabes Semarang, AKP Sugito menjelaskan kronologis kecelakaan berawal saat sepeda motor Vario berplat nomor H 2245 ALG melaju dari arah barat ke timur atau dari Krapyak ke Kalibanteng.

Akibat bersenggolan dengan pengendara motor lainnya Ati pun oleng ke kiri dan membentur bagian belakang truk. Wanita tersebut kemudian jatuh dan sempat terseret ban belakang bagian kanan.

"Pengemudi yang bersenggolan langsung meninggalkan lokasi kejadian sehingga belum bisa dimintai keterangan, dan belum ada data plat nomornya," terang Sugito.

Akibat kejadian tersebut Ati menderita luka robek kaki kiri dan pinggul. Diduga wanita 49 tahun tersebut menderita patah tulang.

Sebelum kecelakaan tersebut, diberitakan bahwa setidaknya ada enam korban meninggal sepanjang awal 2018 ini yang terlibat laka di Jalan Pantura Semarang-Kendal.

Lima dari enam korban meninggal itu merupakan pengendara sepeda motor yang berbenturan dengan truk. Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengimbau pengendara motor yang bersenggolan dan kabur untuk melapor.

"Keterangan dari pengendara yang meninggalkan TKP itu penting bagi kami untuk menguatkan kembali dalam forum lalulintas untuk setidaknya memberikan pengertian betapa pentingnya kanalisasi jalur," terang Ardi.

Menurutnya dengan kanalisasi jalan setidaknya akan mampu mencegah sepeda motor berada dalam satu jalur dengan kendaraan besar.

"Kalau tidak ada kanalisasi yang saat ini kami hanya bisa mengimbau pengendara motor untuk menggunakan lajur kiri, tapi ayolah semua pemangku kepentingan jalan kita pikirkan bersama terkait hal ini," tandasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help