Bea Cukai Gandeng Dirjen Pajak Optimalkan Potensi Penerimaan

Direkorat Jendral Bea dan Cukai dan Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Tengah bersinergi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak

Bea Cukai Gandeng Dirjen Pajak Optimalkan Potensi Penerimaan
tribunjateng/raka f pujangga/ist
Ditjen Bea dan Cukai dan Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Tengah bersinergi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, bea masuk, bea keluar dan cukai sebesar Rp 44,8 triliun hingga akhir tahun 2018. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direkorat Jendral Bea dan Cukai dan Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Tengah bersinergi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, bea masuk, bea keluar dan cukai sebesar Rp 44,8 triliun hingga akhir tahun 2018.

Kepala Dirjen Bea dan Cukai Jateng dan DIY, Parjiya mengatakan, untuk menggenjot penerimaan negara pihaknya membentuk satuan tugas yang nantinya secara sinergi meliputi Joint Analysis, Joint Audit dan Joint Investigation.

"Mudah-mudahan dengan adanya sinergi ini target dari pusat sebesar Rp 44,8 triliun untuk bea masuk, keluar dapat tercapai," ungkap Parjiya usai penandatanganan surat keputusan bersama Dirjen Pajak, Jumat (13/4).

Parjiya menambahkan, dari target yang dibebankan hingga triwulan I-2018 ini pihaknya sudah menerima pemasukan sebesar Rp 2,44 triliun, baik berupa bea masuk, keluar, maupun dari cukai.

"Pemasukan cukai dari wilayah ini yang berkontribusi terbesar masih dari perusahaan rokok," ujar dia.
Terkait penindakan untuk wajib pajak yang melakukan pelanggaran, Parjiya mengungkapkan sudah ada upaya yang dilakukan.

Seperti, belum lama ini pihaknya menangkap alat angkut yang berisi 18 ton bahan baku tekstil.

"Kami meangkap beberapa waktu lalu dan kini masih dalam proses," ujarnya

Sementara itu, Kepala Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Jateng I l, Irawan mengatakan, sinergi itu juga akan melakukan peningkatan sumber daya manusia dalam bidang perpajakan, kepabean, dan cukai.

"Populasi importir, eksportir di Jateng dan DIY yang mencapai 4.500 wajib pajak, kami berharap target bea masuk, keluar dan cukai pada tahun 2018 ini dapat tercapai," jelasnya.

Sinergi itu bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara serta mengamankan penerimaan negara dan meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia.‎ (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help