Kemarin, Puluhan Siswa Kelas VI SD Labschool Ikuti Training Motivasi Terapi

Bekerja sama dengan PT Erlangga, sekitar 34 siswa kelas VI SD Labschool Unnes mengikuti training motivasi terapi.

Kemarin, Puluhan Siswa Kelas VI SD Labschool Ikuti Training Motivasi Terapi
ist
Training oleh Tim Green Leaf Consuling Surakarta di Aula SD Labschool Unnes Jalan Menoreh Tengah X Nomor 4 Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Jumat (13/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Bekerja sama dengan PT Erlangga, sekitar 34 siswa kelas VI SD Labschool Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengikuti training motivasi terapi.

Training yang dipandu secara langsung oleh Tim Green Leaf Consuling Surakarta tersebut dilaksanakan di Aula SD Labschool Unnes Jalan Menoreh Tengah X Nomor 4 Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Jumat (13/4/2018).

Talenta, siswi kelas 6 SD Labschool Unnes dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (14/4/2018) petang itu menuturkan keinginannya untuk berubah, tidak nakal lagi,

“Saya sedih dan terharu. Saya ingin berubah dan berharap bisa membanggakan kedua orangtua saya. Itu janji yang akan saya lakukan sebaik-baiknya,” tutur Talenta.

Sementara itu, Muhammad Zain Fuad, sebagai motivator dari Green Leaf Consuling mengutarakan, ada beberapa segment dalam pemberian motivasi kepada para siswa tersebut.

“Secara umum tujuannya adalah agar mereka lebih siap menghadapi ujian nasional. Diawali permainan atraktif, kemudian anak-anak diajak menonton berbagai video tentang kasih sayang dan perjuangan orangtua dalam memenuhi segala keinginan anak,” bebernya.

Menurutnya, beberapa hal tersebut penting diberikan agar mereka bisa lebih tenang dan siap secara psikologis di saat mengikuti ujian, yang selama ini tidak dimungkiri oleh sebagian siswa seakan-akan menjadi sebuah momok.

“Mereka kami berikan penyegaran otak dan ketenangan supaya mereka lebih siap secara psikologis maupun mental. Jadi tidak sekadar materi pendidikan yang telah diberikan pihak sekolah,” ucapnya.

Dalam rangkaiannya, lanjutnya, mereka juga diberikan terapi seperti hipnotis. Tak sedikit di antara mereka yang menangis haru. Di sesi itu, mereka diajak untuk mengenal dan menyanyangi orangtua. Setelah terapi selesai, para murid saling meminta maaf dan memohon doa restu orangtua. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved