Setya Novanto Nangis saat Baca Pembelaan, Hakim: "Terdakwa Mau Minum Dulu?

Suaranya juga parau, hingga majelis hakim mempersilahkan Setya Novanto untuk minum terlebih dulu agar tetap tenang.

Setya Novanto Nangis saat Baca Pembelaan, Hakim:
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terdakwa Setya Novanto menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/12/2017). Setya Novanto keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum KPK yang mendakwa dirinya atas kasus korupsi KTP elektronik dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana penjara selama 20 tahun. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Rasa sedih yang dirasakan Setya Novanto tidak terbendung saat dia secara khusus mengucapkan permintaan maaf ke istri dan anak-anaknya. Ketika membaca nota pembelaan atau pledoi, Jumat (13/4) di Pengadilan Tipikor Jakarta, mantan Ketua DPR RI ini beberapa kali terdiam, mengambil nafas panjang.

Suaranya juga parau, hingga majelis hakim mempersilahkan Setya Novanto untuk minum terlebih dulu agar tetap tenang.

"Terdakwa mau minum dulu?" tanya hakim.

"Terima kasih yang mulia," jawab Setya Novanto, dengan sigap kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya langsung memberikan minum pada Setya Novanto.

"Biarkan saya sendiri yang menanggung ini, terakhir untuk istri dan anak-anakku yang tercinta. Izinkan saya menyampaikan permohonan maaf. Berat cobaan dan musibah yang menimpa keluarga kita, kita ini keluarga kuat, insan pilihan Allah. Jangan kalian bersedih, Allah bersama kita," ungkap Setya Novanto membaca pledoi dengan tangan bergetar dan menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Selanjutnya atas pembacaan pledoinya, Setya Novanto berharap majelis hakim berkenan memutus perkara dengan seadil-adilnya mengingat umur Setya Novanto yang tidak lagi muda hingga berimbas pada kesehatannya yang menurun.

"Jujur ini sangat berat, saya terpukul apalagi kedudukan saya sebagai Ketua DPR dari 560 anggota. Namun saya ikhlas, kembali menjadi rakyat biasa dan pasrah, menyerahkan hati kepada Allah," tambahnya.

Dalam sidang kali ini, Setya Novanto mengenakan batik cokelat lengan panjang. Dia membacakan pledoi kurang lebih selama 1,5 jam. Terakhir, Setya Novanto meminta kepada Majelis Hakim untuk memutuskan kasusnya dengan adil. Dia meminta agar hakim mempertimbangkan faktor umur dan perbuatan hukum yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

"Mengingat umur saya sudah tak muda lagi dan belum ada perbuatan hukum yang saya buat," ujar Setya Novanto.

Jaksa tolak

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help