31 Gitaris Ikuti Semarang Guitar Festival 2018

Kendala untuk pecinta gitar klasik mengikuti kompetisi adalah dana, dan minimnya gelaran kompetisi di kota mereka, misal, Semarang.

31 Gitaris Ikuti Semarang Guitar Festival 2018
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Beberapa peserta unjuk gigi di depan juri dalam Semarang Guitar Festival 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semarang Guitar Festival 2018, merupakan suatu kompetisi, yang diadakan oleh Komunitas Gitar Klasik Semarang, untuk memberikan sebuah even kompetisi bagi pecinta gitar klasik.

Dikatakan oleh Ketua Panitia, sekaligus Ketua Komunitas Gitar Klasik, Mikha Azalia, bahwa even gitar klasik yang baru pertama kali digelar di Semarang ini, merupakan sebuah even yang terinspirasi dari sebuah kompetisi gitar klasik diberbagai daerah, misal Yogyakarta.

"Jika di kota lain sudah banyak kompetisi semacam ini, terutama Yogyakarta, yang sudah sampai ke skala internasional, namun untuk Semarang sangat jarang sekali, dan ini baru pertama, rencananya akan digelar setiap tahun," katanya usai acara Semarang Guitar Festival 2018, Minggu (15/4/2018).

Selain itu, Azalia juga mengungkapkan, bahwa, banyaknya kendala untuk pecinta gitar klasik mengikuti kompetisi, adalah dana, dan minimnya gelaran kompetisi di kota mereka, misal, Semarang.

"Semarang ini hampir nyaris tidak ada kompetisi gitar klasik setelah berapa kurun waktu, dan mereka pecinta gitar klasik, enggan ikut kompetisi diluar kota, karena terkendala dana, dan pesaing yang kuat, oleh karena itu kita bikin kompetisi gitar klasik ini di Semarang," bebernya.

Pada Semarang Guitar Festival 2018, total diikuti oleh peserta dari beberapa daerah, misal, Semarang, Surakarta, Demak, Salatiga, Kendal, dan beberapa daerah lainnya. Dengan tema Gita Klasik ini, harapannya, dengan kompetisi ini untuk gitaris yang memilih genre klasik bisa berkompetisi dengan baik.

"Total ada 31 peserta dari berbagai kota tadu, sedang untuk rangkaian, awal karena ini festival, jadi acara ini digelar dua hari, mulai dari konser dan festival serta kompetisi, dengan menghadirkan dua juri dari Unnes dan ISI Yogyakarta, seperti Agustinus dan Royke B Koapaha," jelasnya.

Sementara itu, wanita yang juga mengajar gitar ini menjelaskan sulitnya anak-anak untuk fokus belajar gitar, khususnya gitar klasik. Oleh karena itu, dalam kompetisi gitar klasik yang digelar kali ini ia berharap, anak-anak yang bermain gitar klasik bisa tahu tujuan ia bermain gitar, terutama klasik.

"Kami harap mereka bisa termotivasi, untuk bermain gitar klasik yang bener dan baik. Meski di Semarang pertama kalinya digelar kompetisi gitar klasik, kami harap semakin banyak anak yang bermain gitar klasik, dan untuk masyarakat awam, bisa mau mengenal gitar klasik, yang memiliki selera tujuan yang jelas," katanya.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help