Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Peredaran Narkotika, Gerry Minta Keringan

Terdakwa kasus peredaran narkotika, Gerry C Sanusi, warga Panggung Lor, Semarang Utara, meminta keringanan atas tuntutan Jaksa

Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus Peredaran Narkotika, Gerry Minta Keringan
istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terdakwa kasus peredaran narkotika, Gerry C Sanusi, warga Panggung Lor, Semarang Utara, meminta keringanan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang, berupa kurungan 8 tahun penjara.

Kuasa Hukum Gerry, Tajri, mengatakan bahwa, pledoi atau pembelaan dalam perkara Gerry, sudah disampaikan dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN), dalam persidangan beberapa waktu lalu.

"Kami meminta kepada Majelis Hakim, di mana kami yakin, hakim juga sebagai manusia terpilih untuk menegakkan keadilan di muka bumi, serta menjatuhkan hukuman kepada terdakwa seringan-ringannya dan seadil-adilnya,'' ungkap Tajri, Minggu (15/4/2018).

Tajri juga menjelaskan, bahwa dalam sebuah buku dari pakar hukum Satjipto Rahardjo, tentang "Sisi-Sisi Lain Dari Hukum di Indonesia", ia menegaskan jika dalam apapun yang dilakukan dalam hukum, tidak boleh sekali-kali mengabaikan aspek manusia sebagai sentral dalam hukum.

"Oleh karena itu kami harap Hakim bisa mempertimbangkan hal tersebut, dan memutus perkara Gerry ini, tanpa melihat patokan dari JPU," ungkapnya.

Lebih lanjut, Tajri juga menjelaskan bahwa Gerry merupakan sosok yang belum pernah di hukum, bahkan ia menyesali serta mengakui perbuatanya, dan bersikap sopan selama persidangan.

"Oleh karena itu beberapa hal tersebut, bisa meringankan hukuman Gerry klien saya, atas beberapa hal tadi," harapnya.

Informasi sebelumnya, Jaksa Sutardi, menuntut terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menyerahkan narkotika golongan I.

Hal itu, sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa Gerry pada Rabu, 25 Oktober 2017 sekitar pukul 13.00 WIB, di rumahnya di Panggung Lor menerima telepon dari Sagitaria, masuk daftar pencarian orang, yang memesan sabu seberat satu gram.

Kemudian, terdakwa menyuruh mentransfer uang pembelian sabu Rp 1,3 juta ke rekening BCA atas nama terdakwa. Sekitar pukul 15.00 WIB, Sagitaria yang sudah menransfer uang itu memberitahu terdakwa. Kemudian satu jam kemudian, terdakwa menghubungi Felix, dan masuk daftar pencarian orang.

Felix meminta terdakwa transfer uang pembelian sabu Rp 1,25 juta ke rekening BCA miliknya. Sesuai informasi Felix, terdakwa lalu mengambil sabu dibungkus tisu putih di pinggir jalan, depan Kelenteng Delta Mas.

Sebagian sabu dikonsumsi oleh terdakwa di kamar rumahnya. Selesai memakai, Gerry membuat janji dengan Sagitaria di Hotel Grandhika, Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Begitu tiba di lobi hotel, terdakwa ditangkap petugas dari Satresnarkoba Polrestabes Semarang. Saat digeledah, pada diri Gerry, ditemukan satu plastik klip isi sabu 0,385 gram dan satu plastik klip sabu seberar 0,271 gram.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved