Sejumlah 395 Pemuda Dibaiat Menjadi Anggota Banser Kabupaten Semarang

Sejumlah 395 pemuda mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Semarang.

Sejumlah 395 Pemuda Dibaiat Menjadi Anggota Banser Kabupaten Semarang
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Sejumlah 395 pemuda mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Semarang, di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Minggu (15/4/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah 395 pemuda mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Semarang.

Mereka juga telah resmi dibaiat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Minggu (15/4/2018) siang.

Pembaiatan dilakukan setelah mereka menjalani penggemblengan fisik dan mental selama tiga hari.

Mereka dinyatakan lulus karena telah mengikuti standar latihan kader Ansor. Pembaiatan ini dipimpin oleh KH Moch Rochadi sekaligus pengasuh Ponpes Miftahul Ulum.

"Ansor Banser merupakan organisasi kader. Setiap anggota harus lulus PKD dan Diklatsar," ujar Pelaksana Tugas Ketua Pengurus Cabang Ansor Kabupaten Semarang, Fahmi Dzulfiadi.

Ditambahkan pula, setelah itu ada jenjang kaderisasi lainnya, di antaranya Kursus Banser Lanjutan (Susbalan), dan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim), serta Kursus Pelatihan (Suspelat).

Tujuan dari Diklatsar Banser ini semata-mata untuk menciptakan kader militan NU yang siap mengawal para kiai dan siap merawat persatuan dan kesatuan bangsa negara.

"Kegiaan ini juga untuk menciptakan kader yang siap menghalau paham yang berusaha memecah belah bangsa Indonesia," ungkapnya.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang, KH Ahmad Hanik menyatakan dalam perkembangannya semakin hari banyak pemuda yang ingin bergabung bersama Ansor Banser.

"Karena pemuda semakin sadar pentingnya berhidmah pada ulama dan menjaga persatuan NKRI," ungkapnya.

Konsep kaderisasi di NU selalu mendasarkan Hubbul Wathan Minal Iman atau yang berarti mencintai negara sebagian dari Iman.

"Habbul Wathan Minal Iman merupakan bentuk nasionalisme yang dikonsep ulama-ulama NU untuk menjadi acuan ideal membangkitan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sampai saat ini," tegasnya.
(arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved