TribunJateng/

Achmad Rofai: Saat Perjanjian Diduga Ada Unsur Pemikiran Jahat pada Pemerintahan

Pjs Wali Kota Tegal, Achmad Rofai menanggapi unjukrasa yang dilakukan ratusan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Senin (16/4/2018).

Achmad Rofai: Saat Perjanjian Diduga Ada Unsur Pemikiran Jahat pada Pemerintahan
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
AUDIENSI - Pjs Walikota Tegal Achmad Rofai menerima audiensi dari perwakilan pedagang pasar pagi Kota Tegal, Senin (16/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pjs Wali Kota Tegal, Achmad Rofai menanggapi unjukrasa yang dilakukan ratusan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Senin (16/4/2018).

Para pedagang menuntut agar pengelolaan pasar pagi diserahkan kepada pemerintah. Menurut mereka, sejak dikelola investor retribusi atau sewa kios perbulan harus membayar sampai Rp 2 juta perbulan. Padahal dulu hanya Rp 180 ribu per bulan, kata mereka.

"Posisi pemkot dalam kasus ini lemah. Beberapa kali kalah terus di persidangan soal pengelolaan pasar, tidak hanya Pasar Pagi, tapi juga Pasar Sore," kata
Achmad Rofai.

Ia mengatakan saat perjanjian ada unsur kesengajaan yang dibuat atau ada pemikiran jahat pada pemerintahan sebelumnya beberapa waktu yang lalu.

Apalagi, kenyataannya muncul perjanjian damai antara pemkot dan investor yang didalamnya berisi investor masih diberi kewenangan sampai 2023.

"Kami berupaya untuk menyelesaikan kasus ini, termasuk mengundang investor pasar tersebut. Saya sudah bertemu langsung dan meminta kepada investor itu untuk memberikan kemudahan kepada pedagang," ucapnya.

Pihaknya telah memberikan masukan agar investor bermediasi dengan para pedagang. Ia meminta agar investor mengatur niat baik itu.

"Tapi setelah itu, dia (investor) tidak bisa dihubungi lagi. Ngomongnya akan menghubungi kami lagi untuk mengatur waktu bermediasi dengan para pedagang. Omongane ra kena dipercoyo," tandas Achmad.

Menurutnya, investor tidak mempunyai niat baik untuk menyelesaikan masalah dengan para pedagang.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help