Achmad Rofai: Saat Perjanjian Diduga Ada Unsur Pemikiran Jahat pada Pemerintahan

Pjs Wali Kota Tegal, Achmad Rofai menanggapi unjukrasa yang dilakukan ratusan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Senin (16/4/2018).

Achmad Rofai: Saat Perjanjian Diduga Ada Unsur Pemikiran Jahat pada Pemerintahan
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
AUDIENSI - Pjs Walikota Tegal Achmad Rofai menerima audiensi dari perwakilan pedagang pasar pagi Kota Tegal, Senin (16/4/2018) 

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah memikirkan upaya apa lagi yang akan ditempuh agar permasalahan rampung.

"Langkah apa lagi yang harus kami tempuh? Penyelesaiannya seperti apa? Tampaknya jalan sudah buntu semua. Namun, kami akan terus mencari caranya," imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa blok pasar dikelola pihak investor karena memiliki hak guna bangunan (HGB) sesuai perjanjian dengan Pemkot Tegal.

Namun, pada 2003, Pemkot Tegal memutus secara sepihak kontrak itu sehingga investor menggugat ke Pengadilan Negeri. Dalam pengadilan, pemkot menang.

Namun, investor mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi dan menang. Kemenagan di Pengadilan Tinggi diperkuat dengan hasil Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA).

Walhasil, pemkot harus membayar ganti rugi sesuai isi putusan PK.

Hingga saat ini, aset pun dimiliki pihak investor. Dan pedagang mengeluhkan retribusi atau sewa kios yang dinilai mahal. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help