Ingat Pemerkosa dan Pembunuhan Siswi SMP Gorontalo, Ternyata Pelakunya Kakak Kandungnya

Siswi bernama Fatma ditemukan oleh ayahnya dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (31/4/2018) lalu.

"Penting untuk memperhatikan kepentingan korban. Treatment untuk anaknya apa?" kata Marsha Habib, tim program Puskapa.

Seharusnya, lanjut Marsha, remaja di Toba Samosir mendapatkan bantuan psikologis dan kesehatan. "Masalahnya alur penanganan korban seperti ini belum rapi di Indonesia."

Puskapa mengingatkan, buruknya nasib anak sebagai korban kekerasan seksual akan semakin bertambah jika rancangan KUHP baru disahkan DPR, terutama soal perluasan makna zina.

Pasalnya dalam rancangannya ada klausul bahwa korban, seperti remaja perempuan di Toba Samosir, bahkan bisa dipidana karena melakukan perzinahan.

"Korban bisa dikriminalisasi," kata Marsha.

Beberapa faktor kekerasan seksual anak

Sementara itu, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Ai Maryati Solihah, mengatakan anak-anak di Indonesia memang rentan dan sering menjadi korban kekerasan seksual dalam lingkungan domestik.

"Indonesia dalam darurat kejahatan seksual terhadap anak."

Sayangnya, tambah Ai Maryati, KPAI tidak punya data persis jumlah anak yang mengalami kekerasan seksual oleh orang kandungnya atau incest.

KPAI, lanjut dia, hanya mengklasifikasikan anak korban seksual incest ke dalam kategori 'anak yang berhadapan dengan hukum', yang mencakup anak sebagai pelaku maupun sebagai korban kekerasan seksual.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved