DLH Kota Pekalongan Akan Bangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah Senilai Rp 2,5 Miliar

DLH akan menbangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal) yang lebih baik di dua wilayah.

DLH Kota Pekalongan Akan Bangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah Senilai Rp 2,5 Miliar
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Erwan Kurniawan Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan di DLH Kota Pekalongan saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartwan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PELALONGAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan terkendala untuk menghijaukan kota lantaran keterbatasan lahan.

Pihaknya juga menganggap pencemaran lingkungan di Kota Pekalongan semakin hari semakin parah.

Adapun untuk tindakan lebih lanjut pihak DLH akan berusaha untuk menambah RTH, selain itu untuk menanggulangi pencemaran yang kian mengkhawatirkan DLH akan menbangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal) yang lebih baik di dua wilayah.

Diterangkan Erwan Kurniawan Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan di DLH Kota Pekalongan, progres pembangunan Ipal di daerah Banyu Urip direncanakan rampung akhir tahun ini.

"Ada dua Ipal yang akan dibangun yaitu di daerah Banyu Urip dan Jenggot, namun untuk Jenggot rencananya 2019 nanti," paparnya saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor DLH, Senin (16/4/2018).

Pasalnya limbah dari pewarna kain di daerah Banyu Urip diterangkan Erwan mencapai 250 kubik perhari.

"Maka dari Ipal yang sudah ada akan dibangun kembali dengan kapasitas sekitar 400 kubik perhari untuk mengantisipasi limbah," terangnya.

Sementara itu di Jenggot yang terdapat sekitar 100 pengusaha kain juga perlu dipikirkan agar limbah tidak bertambah banyak.

"Untuk di daerah Jenggot sebenarnya juga sudah ada Ipal tapi kapasitas penampungan tidak mencukupi karena hanya bisa menampung 400 meter kubik perhari, sedangkan limbah ada 1000 meter kubik perhari, nantinya akan dibangun kembali dengan dana sekitar Rp 2,5 miliar dan DED nya sudah kami usulkan," jelasnya.

Adapun Purwanti Kepala DLH Kota Pekalongan menambahkan walaupun terkendala akan lahan namun pihaknya ingin memaksimalkan RTH yang ada di Kota Pekalongan.

"Sebenarnya RTH itu bisa dimaksimalkan seperti makam yang ada di Kota Pekalongan, pinggiran sungai dan jalan yang ditanami pohon, kalau bisa dimaksimalkan pasti kota semakin hijau," katanya.

Selain itu pihaknya berharap tanah-tanah bengkok bisa dijadikan RTH untuk menghijaukan Kota Pekalongan.

"Harapian kami pastinya Kota Pekalongan Semakin hijau, walaupun sekarang ada hutan Taman Hutan Rakyat (Tahura) di 6 titik yaitu di Mataram, Sriwijaya, Tirto, Yosorejo, Sokorejo, dan Klego namun kami ingin terus menambah luasan RTH minimal bisa memaksimalkannya," timpalnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help