Dulu Retribusi Rp 180 Ribu Sekarang Rp 2 Juta, Pedagang Pasar Pagi Berunjukrasa

Ratusan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal demonstrasi di Pengadilan Negeri dan Balaikota Tegal, Senin (16/4/2018).

Dulu Retribusi Rp 180 Ribu Sekarang Rp 2 Juta, Pedagang Pasar Pagi Berunjukrasa
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Ratusan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal melakukan aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri dan Balaikota Tegal, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Ratusan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal melakukan aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri dan Balaikota Tegal, Senin (16/4/2018).

Mereka menuntut agar pengelolaan pasar diserahkan ke pemerintah. Menurut mereka, sejak dikelola investor retribusi atau sewa kios perbulan harus membayar sampai Rp 2 juta perbulan.

Padahal sebelumnya, saat dikelola pemkot mereka hanya ditariki Rp 180 ribu. Bayar sewa yang mahal itu buntut dari kasus pengelolaan pasar.

Setelah dari pengadilan, mereka berjalan ke balaikota, di sana perwakilan pedagang melakukan audiensi dengan Pjs Wali Kota Tegal, Achmad Rofai.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Krisanto, yang ikut beraudiensi menuturkan para pedagang kerap ditagih dan diintervensi agar segera membayar sewa.

"Bahkan ada aparat keamanan yang ikut mengintervensi kami untuk segera membayar sewa," ucapnya.

Ia meminta agar pihak pemkot melakukan upaya pengelolaan pasar dicabut dari pihak investor.

Sementara, Achmad Rofai, menuturkan telah mendengar permasalahan pengelolaan Pasar Pagi.

"Setelah mendengar permasalahan yang ada, tergetar hati saya. Saya langsung membentuk tim kecil untuk mengurai benang kusut pengelolaan pasar sejak ada perjanjian antara investor dengan pemkot," ucap Achmad. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help