Inilah Dampak Serangan AS ke Suriah Bagi Pelaku Pasar

Terkait dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody's akan menjadi hal yang bagus bagi Indonesia.

Inilah Dampak Serangan AS ke Suriah Bagi Pelaku Pasar
AP Photo/Hassan Ammar  
Serangan misil di langit Suriah, Sabtu (14/4/2018).  

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gejolak yang terjadi di wilayah Timur Tengah dengan serangan Amerika Serikat ke Suriah menjadi perhatian dunia dalam beberapa waktu belakangan ini.

Pasar modal dikhawatirkan ikut terdampak dengan adanya konflik ini. Namun, Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat mengungkapkan apa yang terjadi di Suriah merupakan hal yang sudah terjadi sejak lama sehingga tak perlu dipusingkan pelaku pasar.

"Sejak 2011 hingga sekarang, tak ada pengaruh signifikan terhadap pasar modal, baik secara global," kata Teguh,  Minggu (15/4).

Apalagi, Indonesia baru saja mendapatkan peringkat yang bagus dari Moody's yang menjadi sentimen positif. Dengan anggapan Indonesia merupakan negara yang layak investasi, Indonesia kemungkinan akan dilirik oleh pasar global.

"Saya kira, hal ini akan menjadi sentimen positif jangka panjang, peningkatan peringkat merupakan kelanjutan dari kinerja beberapa tahun sebelumnya," lanjut Teguh.

Dia juga mengatakan potensi kenaikan Moody's diikuti oleh lembaga pemeringkat yang lain seperti Fitch dan S&P juga terbuka lebar. Namun, terkait dengan kenaikan peringkat beberapa emiten, Teguh menyebut hal tersebut hanya akan menjadi sentimen internal perusahaan.

Dia memprediksi Indeks masih memiliki peluang menguat hingga akhir 2018 yang akan datang. Bahkan, prediksi dia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berada di level 6.500 hingga 7 ribu hingga akhir tahun.

IHSG akhir pekan lalu, Jumat (13/4) ditutup dengan pelemahan 40,47 poin atau 0,64 persen menjadi 6.270,33.

Selama sepekan terakhir, IHSG naik 1,54 persen atau bertambah 95,27 poin. Ini merupakan kenaikan pekan pertama dalam enam minggu terakhir, atau sejak 2 Maret lalu.

Sementara itu, William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas mengatakan sentimen perang yang terjadi di Timur Tengah hanya bersifat sementara saja hal ini karena banyak pihak menginginkan perdamaian.

Terkait dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moody's akan menjadi hal yang bagus bagi Indonesia.

Ia memprediksi Indeks akan berada di level 7.024 hingga akhir tahun yang akan datang dengan banyaknya sentimen pendukung indeks. "Ada Asian Games, lebaran dan Pilkada serta Pilpres yang akan mendukung indeks," kata William. (Kontan)

Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved