Marzuqi Kutuk Keras Pornoaksi di Pantai Kartini Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengutuk keras tragedi tari erotis di Pantai Kartini yang terjadi pada Sabtu, (14/4/2018)

Marzuqi Kutuk Keras Pornoaksi di Pantai Kartini Jepara
tribunjateng/dok
Bupati Jepara Ahmad Marzuki Belum Terima Surat Penetapan Tersangka dari Kejati Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengutuk keras tragedi tari erotis di Pantai Kartini yang terjadi pada Sabtu, (14/4/2018).

Marzuqi mengatakan, kejadian tersebut tidak hanya mencemarkan nama baik daerah, namun juga telah melukai hati masyarakat Jepara.

"Tentu saya mengutuk keras kejadian tersebut. Sangat kita sesalkan tindakan amoral itu justru terjadi saat umat Islam memperingati hari besar, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Juga masih masih dalam suasana peringatan Hari Jadi Jepara dan menyongsong peringatakan Hari Kartini," katw Marzuqi di kantornya, Senin (16/4/2018).

Dia tidak menyangka, hari-hari istimewa untuk umat Islam dan warga Jepara itu justru dinodai oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Celakanya pelaku penodaan itu justru kaum perempuan yang seharusnya menjadi pewaris tiga tokoh perempuan hebat milik Jepara, yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan Raden Ajeng Kartini.

"Entah mereka sebagai obyek atau subyek, ini sangat disesalkan," katanya.

Atas kejadian ini, Marzuqi menekankan agar siapa pun selalu waspada jangan sampai kecolongan lagi dengan tindakan melanggar Undang-undang Pornografi serta Perda K3 dalam dalih kegiatan apa pun.

Secara khusus dia meminta pengelola tempat wisata agar jangan sampai kecolongan. Kejadian ini menjadi masukan Pemkab untuk melakukan evaluasi pengelolaan tempat wisata.

“Pengelola saya minta lebih selektif dalam memberikan izin penggunaan tempat, serta meningkatkan pengawasan untuk memastikan kegiatan yang berjalan sesuai dengan izin yang diajukan,” katanya.

Pihaknya tidak akan mendukung kegiatan-kegiatan komunitas apapun yang tidak sesuai dengan visi daerah.

Dia juga mengapresiasi terkait langkah cepat Polres Jepara yang telah menindak pelaku di balik terjadinya tari erotis

Dia juga mengajak masyarakat menyerahkan proses hukum yang berjalan kepada pihak terkait yang diyakini akan berujung dengan sanksi bagi siapa pun yang terlibat.

Apresiasi terhadap kinerja kepolisian menindak cepat kasus ini juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara. Lembaga ini akan terus memantau kemajuan proses penyelesaikan hukum atas tindak pornoaksi. Hal itu dikatakan Ketua MUI Kabupaten Jepara KH. Mashudi.

"Tentu proses hukum kita percayakan kepada aparat penegak hukum. Kami akan terus memantaunya terlebih pornoaksi tersebut tidak hanya melanggar norma hukum, namun juga banyak norma yang lain. Di antaranya norma agama, kesusilaan, dan sosial," kata KH. Mashudi.

Pernyataan Kiai Mashudi sekaligus menjadi bagian dari Pernyataan Sikap Bersama antara MUI Kabupaten Jepara, Polres Jepara, dan Kodim 0719/Jepara atas kasus tersebut. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help