Pelaku Skimming Gunakan Kamera Pengintai, Begini Detail Kejahatannya

Pelaku Skimming Gunakan Kamera Pengintai, Begini Detail Kejahatannya, menurut pengakuan dua orang yang ditangkap Polres Pekalongan Kota

Pelaku Skimming Gunakan Kamera Pengintai, Begini Detail Kejahatannya
tribunjateng/humas polres kebumen/dok
Kartu ATM Tertelan, Agung Kehilangan Rp 65 Juta setelah Dibantu Orang Tak Dikenal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dua orang pelaku pencurian data pengguna ATM atau skimming diamankan oleh Polres Pekalongan Kota.

Awal penyidikan pelaku berjumlah tiga orang namun dalam pengembangan menjadi dua orang dikarenankan satu orang merupakan supir mobil rental yang tidak tahu menahu terkait tindak kejahatan skimming.

Kedua pelaku merupakan jaringan dari Supeno yang diamankan di Kediri Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Hingga kini beberapa orang telah melaporkan ke pihak bank terkait raibnya uang dalam tabungan.

Pihak Polres Pekalongan Kota menerangkan, dua pelaku bernama Siswanto (49) warga Banjarsari Talun Kabupaten Pekalongan dan Sugiyanto (38) warga Sidomukti Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung telah diamankan Kamis (12/4) lalu.

"Kedua pelaku merupakan komplotan dari Supeno yang ditangkap di Kediri, dua tersangka bertugas memasang dan mencopot alat berupa kamera pengintai kecil di pojok kanan tombol angka mesin ATM," ujar AKP Edi Sutrisno Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, Senin (16/4/2018).

Pihaknya menjelaskan empat lokasi mesin ATM menjadi sasaran kejahatan kelompok tersebut, adapun di mesin ATM yang terletak di ATM BRI SPBU Kertijayan, ATM BRI depan kantor Taspen Pekalongan Barat, ATM BRI depan kantor Polres Pekalongan Kota, dan ATM BRI depan IAIN Pekalongan.

"Dua pelaku memasang kamera pengintai pukul 07.00 WIB dan melepasnya pukul 12.00 WIB dari 6 Februari hingga 1 Maret, dua pelaku diajari oleh Supeno. Terkait lokasi pemasangan alat di empat mesin ATM Supeno yang sudah tertangkap di Kediri yang melakukan survei," tambahnya.

Adapun kedua pelaku yang bertugas memberikan rakaman yang sudah dipindah di hard disc dan diberikan ke Supeno seminggu sekali dibayar Rp 200 ribu satu orangnya setiap hari.

"Jadi kedua palaku tidak tahu data tersebut digunakan untuk apa, tapi mereka tahu kalau pekerjaan mereka melanggar hukum, informasi dari Supeno setelah data diambil lalu diberikan ke seseorang di Jakarta," jelasnya.

Hingga kini petugas masih berkoordinasi dengan Polres Kediri guna menindaklanjuti kasus skimming tersebut. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved