Peringati Dewa Obat, Klenteng Welahan Jepara Dipadati Ribuan Orang

Ribuan orang memadati sekeliling Klenteng Welahan, Jepara Senin (16/4/2018).

Peringati Dewa Obat, Klenteng Welahan Jepara Dipadati Ribuan Orang
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Ribuan orang memadati sekeliling Klenteng Welahan, Jepara Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Ribuan orang memadati sekeliling Klenteng Welahan, Jepara Senin (16/4/2018). Klenteng bernama Hian Tiang Siang Thee itu sedang merayakan ulang tahun Dewa Obat.

Tidak hanya umat Tri Dharma di Jepara, terhitung ada 26 Klenteng yang datang dari berbagai penjuru Indonesia juga ikut memeriahkan gelaran tahunan ini.

Warga Jepara pun tak mau ketinggalan. Mereka memadati setiap ruas jalan di mana Kimsin (patung dewa) dari setiap Klenteng diarak.

Sebelum Kimsin diarak, terlebih dahulu dikumpulkan di pelataran Klenteng. Setelah itu petugas dari masing-masing Klenteng memikulnya sembari berlari keluar dari Klenteng.

Sugandi, Ketua Klenteng Welahan mengatakan, perayaan ini merupakan peringatan ulang tahun Hian Tiang Siang Thee atau Dewa Obat.

Konon Klenteng ini merupakan yang tertua di Jawa. Oleh sebab itu sebagai bentuk penghormatan, 26 Klenteng lain yang datang dari berbagai penjuru Indonesia ikut menyemarakkan acara ini.

"Ada yang datang dari Padang, Sumatera Barat, Gresik, dan Jakarta. Mereka ingin manghayubagyo perayaan Dewa Obat," kata Sugandi.

Perayaan upang tahun Dewa Obat ini diharapkan membawa pengaruh positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terutama bagi warga Welahan itu sendiri diharapkan bisa menemu kemakmuran, hasil bumi melimpah dan yang terpenting terbebas dari marabahaya dan penyakit.

Sumitro, Ketua Yayasan Pusaka mengatakan, Klenteng itu konon didirikan oleh orang dari Tiongkok langsung.

Kedatangannya ke Asia Tenggara untuk menemu kakaknya. Sampai pada akhirnya orang itu sakit dan akhirnya sekbuh lantaran dia membawa bekal berupa barang-barqng pusaka yang sebelumnya didapat saat bertapa di tempat Dewa Obat bertapa.

"Akhirnya sebagai bentuk penghormatan didirikan Klenteng ini, untuk kengingat Dewa Obat," kata Sumitro.
Dia berkah, limpahan berkah dari Dewa Obat bisa menjadikan bangsa Indonesia semakin sejahtera dan tak ada aral mel8ntang yang bisa menghambat kemakmuran warganya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help