Camat Mijen Semarang Bantah Lakukan Pungli : Aneh, Kok Dibilang Ada Bukti Rp 15,9 Juta

Camat Mijen, M Yenuarso membantah dirinya terlibat dugaan pungutan liar yang saat ini ditangani oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar

Camat Mijen Semarang Bantah Lakukan Pungli : Aneh, Kok Dibilang Ada Bukti Rp 15,9 Juta
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Camat Mijen, Kota Semarang, Yenuarso mengklarifikasi tentang laporan masyarakat terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) parkir 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Camat Mijen, M Yenuarso membantah dirinya terlibat dugaan pungutan liar yang saat ini ditangani oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang.

Ia justru mengaku belum pernah diperiksa Tim Saber Pungli terkait masalah tersebut.

Saat gelaran Trial Game Asphalt (TGA) 2018 di Sirkuit Mijen pada 6-7 April, Yenuarso justru tidak berada di Mijen.

Ia sedang mengikuti acara bersama Wali Kota Semarang dan para pejabat lain Pemkot Semarang di Bandungan, Kabupaten Semarang.

"Semua yang dituduhkan ke saya itu tidak benar. Saya tidak tahu berapa tarif parkir yang ditarik, saya juga tidak nerima setoran. Tapi kok disalahkan," kata Yenuarso kepada Tribun Jateng, Selasa (17/4/2018).

Dikatakannya, saat gelaran TGA, banyak kelompok masyarakat yang membuka jasa parkir. Tidak hanya masyarakat dari wilayah Mijen saja tapi dari luar juga. Meski demikian, pihaknya tidak bisa melarang.

"Kami yang ada di wilayah Mijen, kemudian memfasilitasi kelompok-kelompok itu dengan membagi area saja. Tujuannya agar mereka tidak berkelahi. Jadi sudah tugas kami untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Karena Dispora yang bertanggungjawab mengelola Sirkuit juga tidak turun tangan," ucapnya.

Setelah memfasilitasi membagi area untuk parkir, Yenuarso mengungkapkan, jika dirinya tidak tahu berapa tarif parkir yang dipatok kepada para pengunjung sirkuit.

Masyarakat yang membuka jasa parkir membuat karcis sendiri tanpa sepengetahuannya.

"Setelah itu uang parkir yang diperoleh berapa, saya juga tidak tahu. Uangnya dibagi mereka sendiri. Saya tidak mendapat setoran dari masyarakat yang buka parkir itu. Jadi rasanya aneh kok dibilang ada bukti Rp 15,9 juta," kesalnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help