TribunJateng/

Kasus Narkoba

DITELUSURI, Dua Kemasan Teh Hijau Berisi 2Kg Sabu Tanpa Alamat Pengirim

Lagi-lagi BNNP Jateng menemukan barang bukti sabu yang dikemas dengan bungkus teh Cina Warna Hijau.

DITELUSURI, Dua Kemasan Teh Hijau Berisi 2Kg Sabu Tanpa Alamat Pengirim
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Dua kemasan teh cina warna hijau berisi dua kilogram sabu disita BNNP Jateng dari tangan Tri Yuwono (38), warga Kebumen. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lagi-lagi BNNP Jateng menemukan barang bukti sabu yang dikemas dengan bungkus teh Cina Warna Hijau.

Kali ini, kemasan teh cina warna hijau itu ada dua dan masing-masing berisi satu kilogram sabu.

Dua barang bukti tersebut merupakan hasil penangkapan terhadap tersangka bernama Tri Yuwono (38), warga Kebumen.

Tri ditangkap petugas BNNP Jateng pada Minggu (15/4/2018) lalu di Kebumen, setelah mengambil sabu seberat dua kilogram dari Palembang yang dipisah dengan kemacan teh cina itu.

Sebelumnya, BNNP Jateng juga pernah mengamankan barang bukti seberat 1,1 kilogram sabu dengan kemasan yang sama di kawasan wisata Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada Jumat, 2 Februari 2018 lalu.

Dari penangkapan itu, BNNP Jateng menangkap pelaku bernama Eko Riyanto (28) alias John di kediamannya, dekat Wisata Kopeng, Dukug Sleker RT 05 RW 03.

Dalam hal ini, Kabid Berantas BNNP Jateng AKBP Suprinarto mengaku bahwa dua penemuan barang bukti dengan kemasan sama tersebut pasti berasal dari satu sumber yang sama pula.

"Yang di Kopeng sama di Kebumen ini memang beda jaringan. Tapi, dua barang bukti tersebut menandakan bahwa para kurir pasti mendapat sabu dari sumber yang sama. Sejauh ini, kami masih mendalami itu," ucap AKBP Suprinarto kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, dua barang bukti dengan kemasan yang sama itu berasal dari China.

Meski dari kasus pengungkapan yang berbeda, pihaknya menelusuri bahwa dua barang bukti itu sama-sama berasal dari China sesuai alamat kirim.

"Dan lagi-lagi tanpa nama pengirim alias anonim. Hal ini lah yang sedang kami pelajari dan dalami," tambahnya.

Lebih lanjut, Pri, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa sabu dengan kemasan serupa masih beredar luas di beberapa daerah, khususnya di Jateng.

Maka dari itu, pihaknya kini tengah mempelajari asal muasal barang tersebut sesuai hasil pendalaman dari keterangan kedua tersangka yang berbeda. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help