TribunJateng/

Dugaan Pungli Parkir, Kuasa Hukum Camat Mijen Sinyalir Ada yang Ingin Hancurkan Kliennya

Pengacara Hermansyah Bakrie menjelaskan bahwa tidak benar kliennya menerima uang hasil dugaan pungli parkir Rp 15,9 juta.

Dugaan Pungli Parkir, Kuasa Hukum Camat Mijen Sinyalir Ada yang Ingin Hancurkan Kliennya
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Camat Mijen, Kota Semarang, Yenuarso mengklarifikasi tentang laporan masyarakat terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) parkir 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuasa hukum Camat Mijen M Yanuerso menyatakan kliennya tidak terlibat dalam kasus dugaan pungli parkir dalam acara Trial Game Asphalt 2018.

Pengacara Hermansyah Bakrie menyampaikan hal itu, Selasa (17/4/2018), menanggapi berita sidak oleh Tim Saber Pungli Kota Semarang.

Pria yang akrab disapa Deo itu menjelaskan, informasi mengenai ditangkap dan diperiksanya Yanuerso oleh Tim Saber Pungli tidak ada.

Tidak benar pula kliennya menerima uang hasil dugaan pungli parkir Rp 15,9 juta.

"Jadi pada saat acara itu, 6-7 April 2018, Camat Mijen masih melakukan tugas kedinasan di Bandungan, Kabupaten Semarang. Dia tidak tahu menahu mengenai pungutan parkir motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu," terangnya.

Dia mensinyalir ada pihak yang ingin menghancurkan kliennya melalui kabar tersebut.

Hermansyah memaparkan, pengelolaan parkir sementara di event tersebut dilakukan remaja karang taruna setempat.

"Karang taruna itu seperti biasa hanya melaporkan dan izin secara lisan. Tanpa ada rekomendasi atau proposal kepada pemerintah kecamatan bahwa mereka akan membuka lahan parkir di acara tersebut. Pihak kecamatan mempersilakannya, melakukan kegiatan parkir sesuai aturan yang ada dan proporsional," tuturnya.

Pihak kecamatan tak luput meminta karang taruna mengelola parkir secara baik dan benar.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help