Gedung Sarang Walet Ambruk Menimpa Sanggar Seni Tewaskan 7 Orang

Sebanyak 7 orang meninggal dalam insiden robohnya bangunan gudang walet setinggi 30 meteran menimpa sanggar Kesenian

Gedung Sarang Walet Ambruk Menimpa Sanggar Seni Tewaskan 7 Orang
tribunjabar
Sebanyak 7 orang meninggal dalam insiden robohnya bangunan gudang walet setinggi 30 meteran menimpa sanggar Kesenian Wayang Kulit Hidayat Jati, Senin (16/4/2018) sekitar pukul 10.30 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, CIREBON - Sebanyak 7 orang meninggal dalam insiden robohnya bangunan gudang walet setinggi 30 meteran menimpa sanggar Kesenian Wayang Kulit Hidayat Jati, Senin (16/4/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Lokasi kejadian di Blok III Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dua di antara tujuh korban adalah Suherman (48) yang diketahui sebagai seorang dalang dan anak laki-lakinya bernama Arid (22) yang berperan sebagai pembimbing kesenian di sanggar tersebut.

Keduanya meninggal saat dinding bangunan gudang walet runtuh menimpa sanggar.

"Kami berduka cita atas meninggalnya seniman di Cirebon, yaitu Suherman," ujar Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono saat ditemui di Desa Gegesik Wetan, Senin (16/4/2018).

Semasa hidupnya, Suherman merupakan seniman yang yang aktif melatih para siswa di beberapa sekolah.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, bangunan sanggar seni tersebut sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu.

Sedangkan bangunan gudang walet, sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu.

Hingga saat ini, jenazah Suherman dan Arid masih berada di rumahnya dan akan segera dimandikan.

Pantauan Tribun Jabar, suasana di rumah duka dipenuhi warga sekitar.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan di pemakaman setempat.

Saat itu memang sedang berlangsung latihan gamelan yang diikuti sekitar 10 siswa siswi SMPN I.

Di pinggir sanggar, terdapat bangunan tembok tinggi, yang melindungi usaha sangkar burung walet milik seorang pengusaha.

Mendadak tembok itu ambruk, menimpa sanggar, mengubur mereka yang sedang berlatih.

Selain Herman Basari, anaknya, dan lima siswa yang tewas, sejumlah lain luka, tiga di antaranya dalam keadaan kritis. Dua lagi selamat karena berhasil melarikan diri saat tembok ambruk. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved