Inspiratif, Dokter Gigi Ini Banting Stir Kembangkan Bisnis Oleh-oleh De Pastry Homemade

Hobi memasak, mendorong dokter gigi Dewi Puspa Kurnia untuk membanting setir untuk menjalankan bisnis di bidang kuliner.

Inspiratif, Dokter Gigi Ini Banting Stir Kembangkan Bisnis Oleh-oleh De Pastry Homemade
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Owner De Pastry Homemade, Dewi Puspa Kurnia, menunjukkan kue buatannya, yang berada di Jalan Sukun Raya 2, Kota Semarang, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hobi memasak, mendorong dokter gigi Dewi Puspa Kurnia untuk membanting setir untuk menjalankan bisnis di bidang kuliner.

Tak mau kalah terhadap serbuan kue artis di Kota Semarang,‎ Dewi mengembangkan de Pastry Homemade yang menyediakan oleh-oleh di Jalan Sukun Raya 2, Kota Semarang, Selasa (17/4/2018).

"Sekarang banyak kue artis menyerbu di Kota Semarang, ‎karena belum banyak varian oleh-oleh di Semarang," jelas dia, disela-sela pembukaan.

Dewi mengatakan, keberadaan branding yang kuat kue artis akan menjadi tantangannya untuk bersaing.

"‎Tantangannya memang artis itu sudah punya branding yang kuat, karena mereka punya nama. Tapi saya juga yakin bantuan media yang ikut mempromosikan produk lokal bisa membantu," ujar dia.

Rencananya, pengusaha yang pernah merintis DC Batik itu akan mengembangkan ‎empat cabang lainnya di Kota Semarang.

"Paling dekat nanti kami akan membuka cabang lainnya di Tlogosari Semarang, dan sampai akhir tahun akan menjadi empat cabang," ujar dia.

Melihat tingginya peminat pada satu minggu pertama pembukaan ini, pihaknya optimistis akan kembali modalnya dalam dua tahun.

‎"Targetnya dua tahun kami sudah kembali modalnya," ujar dia.

Pihaknya memilih pastry karena dinilai memiliki peminatnya yang cukup besar dengan menu unggulan yakni meat roll dan zuppa soup.

Menu meat roll tersebut juga tersedia varian rasa yakni original, spesial, chicken mushroom, dan blackpepper.

"Harga yang ditawarkan juga terjangkau dari segala segmen dari harga Rp 6.500 sampai Rp 70 ribu per buah. Harganya sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Nurjanah turut hadir meresmikan bangunan tersebut.(*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help