Kombes Pol Bakharuddin: Angkutan Online Perlu Dibatasi Sesuai Permintaan Dan Penawaran

Menurut Kombes Pol Bacharudin, jika penawaran lebih banyak dari pemesan akan menjadi masalah baru

Kombes Pol Bakharuddin: Angkutan Online Perlu Dibatasi Sesuai Permintaan Dan Penawaran
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Bakharuddin Muhammad Syah menilai bahwa pembatasan atau pembagian kuota angkutan online memang perlu diterapkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Bakharuddin Muhammad Syah menilai bahwa pembatasan atau pembagian kuota angkutan online memang perlu diterapkan.

Hal itu seperti tertuang di Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 108 tahun 2017 mengenai Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang menyebut adanya pembuatan SIM Khusus (umum) dan uji KIR.

Pasalnya, keberadaan angkutan online ini harus sesuai teori permintaan dan penawaran.

Menurut Kombes Pol Bakharuddin, jika penawaran atau keberadaan transportasi online lebih banyak dari pemesan akan menjadi masalah baru, khususnya bagi pihak kepolisian.

"Itu pun berlaku sebaliknya. Semisal pengemudinya lebih banyak, sedangkan pemesannya sedikit. Kan jadi banyak yang nganggur. Itu bakal jadi masalah baru," kata Bacharudin kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/4/2018).

Ia menjelaskan, regulasi pada PM 108 tahun 2017 tersebut sudah benar-benar diperhitungkan oleh pihak Kementerian Perhubungan.

Dalam hal ini, Bakharuddin ingin para pengemudi online memiliki keterampilan layaknya penyedia jasa angkutan lewat tes untuk memperoleh SIM khusus.

Sebab, angkutan online sama-sama memiliki tarif seperti angkutan konvensional lainnya.

"Maka dari itu, para pengemudinya ada peningkatan. Di situ ada tes secara psikologi, pengetahuan, dan sejenisnya. Mereka nantinya punya KIR, Plat Nomer tersendiri, dan ada stiker khususnya. Semuanya wajib dipenuhi, kalau tidak gitu nanti jadi liar," terangnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk melindungi para penumpang, penyedia jasa, termasuk pengemudi itu sendiri.

Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa angkutan online dengan konvensional lainnya tidak jauh berbeda.

"Letak perbedaannya hanya pada cara bekerjanya dan medianya. Alat transportasinya sama saja," lanjut Bakharuddin. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved