TribunJateng/

Mundjirin Beberkan Alasan Penutupan Kampoeng Rawa dan Sampaikan Solusinya

Mundjirin Beberkan Alasan Penutupan Kampoeng Rawa dan Sampaikan Solusinya usai sidang paripurna DPRD Kabupaten Semarang

Mundjirin Beberkan Alasan Penutupan Kampoeng Rawa dan Sampaikan Solusinya
tribunjateng/dok
Bupati Mundjirin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Usai sidang paripurna di DPRD Kabupaten Semarang pada Selasa (17/4/2018) siang, Bupati Mundjirin menanggapi berbagai catatan kerja yang telah disampaikan oleh para legislator.

Terkait penataan PKL, pihaknya tengah mengusahakan solusi bagi para PKL. Proses penataan PKL diakuinya tidak mudah karena mereka memiliki argumen lokasi yang strategis untuk berjualan dan kerap kali para PKL menolak untuk dipindah.

Selain itu, terkait kemendesakan Cimory on the Valley untuk menyiapkan tempat parkir, Mundjirin menyatakan pihak Cimory tengah mengajukan permohonan pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Wisata Apung Kampoeng Rawa yang terletak di Desa Bejalen dan Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Semarang dan Satpol PP Jawa Tengah pada Senin (16/4) siang.
Wisata Apung Kampoeng Rawa yang terletak di Desa Bejalen dan Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Semarang dan Satpol PP Jawa Tengah pada Senin (16/4) siang. (tribunjateng/amanda)

"Lokasi parkir nantinya ada di sebelah sungai dan mendirikan jembatan di atas sungai," ujar Mundjirin.

Terkait penutupan Kampoeng Rawa yang telah dilakukan oleh Pemkab Semarang, Mundjirin mengatakan Kampoeng Rawa mengajukan ijin empat hari untuk menerima tamu.

Pihaknya tidak menyetujui gagasan tersebut karena akan membuka kesempatan Kampoeng Rawa untuk tetap beroperasi.

Selain itu, bila pihak Kampoeng Rawa berani membuka garis polisi yang telah memortal pintu masuk Kampoeng Rawa, hal tersebut dirasa melanggar hukum.

Terkait kebutuhan lapangan kerja para karyawan Kampoeng Rawa, Mundjirin menawarkan solusi program padat karya dari Dana Desa, bisa bertani dan beternak.

Mundjirin kembali menegaskan, penutupan Kampoeng Rawa karena melanggar perda terkait tata ruang. Pelanggaran tersebut yang menurutnya tak bisa dinegosiasi lagi.

Sementara itu terkait perizinan PT Evergreen Indogarment, pabrik yang beroperasi di Kecamatan Tuntang telah ditutup karena tidak sesuai pengajuan izin.

Sementara itu lahan PT Perindustrian Bapak Jenggot awalnya tidak diketahui sebagai aset Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang.

Saat ini hak kepemilikan adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang karena tanah tersebut merupakan tanah tukar guling 17 tahun yang lalu. "Kalau memang terindikasi korupsi, silakan saja dilaporkan," pungkas Mundjirin. (*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help