Kasus Narkoba

Pengedar Sabu Tewas Didor, Tri Agus: Kurir dan Pengendali di Lapas Tidak Saling Kenal

Empat tersangka yang diamankan BNNP Jateng ternyata merupakan jaringan pengedar narkotika jenis sabu lintas provinsi.

Pengedar Sabu Tewas Didor, Tri Agus: Kurir dan Pengendali di Lapas Tidak Saling Kenal
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru dan Kabid Berantas BNNP Jateng AKBP Suprinarto saat menggelar press rilis, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat tersangka yang diamankan BNNP Jateng ternyata merupakan jaringan pengedar narkotika jenis sabu lintas provinsi.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru menyebut bahwa empat tersangka ini merupakan pengedar jaringan Palembang - Jakarta - Tegal - Purwokerto - Semarang - dan Surabaya.

Satu di antara tersangka bernama Nurul Imam (29) pun tertangkap tangan di Stasiun Tawang Semarang setelah diketahui membawa sabu seberat 1.2 kg dari Surabaya.

"Dia perjalanan dari Surabaya via KA Argo Bromo Anggrek. Sabu itu dimasukkan dalam tumpukan makanan di dalam kardus. Isinya ada 12 paket ternyata," ucap Brigjen Pol Tri Agus kepada Tribunjateng.com, Selasa (17/4/2018).

Imam sendiri tertangkap oleh petugas BNNP Jateng pada Kamis (12/4/2018) lalu.

Menurut Tri Agus, rencananya tersangka Imam ini akan berangkat lanjut ke Pekalongan karena merupakan warga domisili sana.

Dalam hal ini, ia menerangkan bahwa Imam dikendalikan dari penghuni Lapas Pekalongan bernama Budi Suprianto.

Budi sudah tiga kali memerintahkan Imam untuk mengambil barang berupa Sabu di Surabaya.

"Sekali upah jalannya seharga Rp 7 juta. Kalau yang ketiga ini belum dibayarkan. Ini rencananya mau diedarkan juga di wilayah Jateng tapi masih kita kembangkan," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help