Pertemuan Pemimpin Negara-negara Arab Ternyata Tak Bahas Serangan Barat ke Suriah

Serangan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis tidak menjadi agenda untuk didiskusikan para pemimpin negara-negara Arab.

Pertemuan Pemimpin Negara-negara Arab Ternyata Tak Bahas Serangan Barat ke Suriah
radiofarda.com
Pertemuan puncak Liga Arab tak agendakan serangan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis ke Suriah. 

TRIBUNJATENG.COM - Serangan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis tidak menjadi agenda untuk didiskusikan para pemimpin negara-negara Arab.

Padahal Arab League Summit atau Pertemuan Puncak Negara Arab digelar sehari setelah Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Suriah, yaitu pada Minggu (15/4/2018).

Dilansir Tribunjogja.com dari laman Al Jazeera, Selasa (17/4/2018), para kepala negara ini lebih serius membicarakan keputusan Presiden Amerika Serikat yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Menurut juru bicara Arab League Summit, para petinggi negara Arab sempat membicarakan konflik di Suriah, namun tidak membahas serangan Negara Barat.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir sempat memberikan pernyataan setelah acara.

Dia mengatakan para pemimpin mengutuk penggunaan senjata kimia oleh Suriah dan menuntut adanya penyelidikan.

Sementara ini, Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar telah mengeluarkan pernyataan mendukung bentuk kepedulian yang dilakukan Mesir, Irak, dan Libanon atas Suriah.

Pernyataan penutup dari pertemuan puncak ini kembali menggarisbawahi keputusan Donald Trump untuk mengakui Jerusalem.

Mereka menyebut keputusan itu "tidak sah."

Sebagai bentuk penolakan sekaligus dukungan untuk Palestina, mereka sepakat menamai acara tersebut dengan nama Quds (Jerusalem) Summit.

Pertemuan puncak ini diadakan di Arab Saudi dan dihadiri oleh 22 anggota, kecuali Presiden Suriah, Bashar al-Assad. (*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved