PKL Barito di Kelurahan Mlatiharjo Mengadu ke DPRD Kota Semarang

Beberapa perwakilan PKL Jalan Barito, Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, mendatangi Komisi B DPRD Kota Semarang

PKL Barito di Kelurahan Mlatiharjo Mengadu ke DPRD Kota Semarang
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Beberapa perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Barito, Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, mendatangi Komisi B DPRD Kota Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Barito, Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, mendatangi Komisi B DPRD Kota Semarang, Selasa (17/4/2018).

Mereka mengadukan nasib terkait tempat relokasi di Pasar Klitikan atau Barito Baru yang belum siap ditempati.

Seorang perwakilan PKL, Sri Harjono mengatakan, tempat relokasi yang akan ditempati yaitu di Pasar Klitikan, Penggaron tidak memadai.

Saat ini, tempat tersebut masih berupa tanah kosong yang tidak ada bangunan kiosnya.

"Kami tidak menolak direlokasi, tapi harus ada tempat pengganti yang layak. Sementara di pasar Klitikan itu masih berupa tanah kosong," kata Harjono kepada Komisi B DPRD Kota Semarang.

Kepada para anggota Komisi B, Harjono meminta bantuan agar ikut memperjuangkan permintaan para PKL Kelurahan Mlatiharjo yang berjumlah 137 pedagang yang terdampak normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Jika tempat relokasi yang akan ditempati tidak siap, para PKL menyatakan enggan pindah.

"Asalkan tempatnya sudah siap dan layak untuk bekerja. Selain itu nyaman dan aman untuk menaruh barang dagangan apabila ditinggal pulang. Kami pasti langsung pindah," ucapnya.

Pilihan kedua, Pemkot Semarang tidak harus merelokasi ratusan PKL di Mlatiharjo karena tidak memiliki tempat relokasi yang memadai.

Tapi Pemkot Semarang cukup melakukan penataan kios PKL.

"Jika pilihan pertama dan kedua tetap tidak bisa, kami minta Pemkot memberikan ganti untung saja. Karena tempat kami itu ada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan tahun ini pun masih menerima Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) PBB," jelasnya.

Terkait kondisi tempat relokasi di Pasar Klitikan, lanjut Harjono, para PKL sudah pernah mendatanginya.

Karena berupa tanah kosong dan pembagian tempatnya tidak sesuai ukuran kios di Barito yang lama, para PKL enggan pindah. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help