Plt Kabag Humas Pemkot Semarang : Tim Saber Pungli Bisa Bergerak ke Semua Lini

Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkot Semarang, Agus Joko Triyono menanggapi dugaan kasus pungutan liar (pungli) parkir

Plt Kabag Humas Pemkot Semarang : Tim Saber Pungli Bisa Bergerak ke Semua Lini
ISTIMEWA
Plt. Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Semarang, Agus Joko Triyono 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkot Semarang, Agus Joko Triyono menanggapi dugaan kasus pungutan liar (pungli) parkir yang dilakukan Camat Mijen, Yenuarso.

Agus JT mengapresiasi yang dilakukan Tim Saber Pungli Kota Semarang dalam menyelidiki kasus dugaan pungli parkir atas laporan masyarakat.

Ia berharap masyarakat juga mengedepankan praduga tak bersalah kepada pihak yang dimintai keterangan.

“Jika memang bersih kenapa harus risih. Kami masih menunggu hasil penyelidikan Tim Saber Pungli. Ini bukan kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan), Tim Saber dalam kapasitas meminta keterangan terkait adanya laporan masyarakat pungli parkir saat event Trial Game Asphalt (TGA),” ujarnya.

Adanya kejadian ini, Agus menegaskan jika Tim Saber Pungli bisa bergerak ke semua kegiatan yang berhubungan dengan aset Pemkot termasuk pelayanan publik. “Tim Saber Pungli bisa bergerak ke semua lini termasuk pelayanan publik. Kasus ini menjadi peringatan semua pihak agar tidak melakukan hal yang melanggar aturan khususnya pungli,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Camat Mijen, Kota Semarang, Yenuarso (Gus Yen) mengklarifikasi tentang laporan masyarakat terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) parkir yang melibatkan dirinya.

Sebelumnya diberitakan, ada laporan masyarakat berisi pengaduan mengenai tarif parkir yang tidak sesuai Perda saat kejuaraan balap trail Supermoto Trial Game Asphalt (TGA) 2018 di Sirkuit Mijen, Jumat-Sabtu (6-7/4/2018) lalu.

Saat ditemui Tribunjateng.com di kantornya pada sore ini, Selasa (17/4/2018), Yenuarso mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses retribusi parkir itu.

“Yang namanya event besar itu kan ada gula ada semut, sudah pasti banyak kalangan yang datang termasuk remaja-remaja yang masih menganggur ingin mengurusi parkir, ya silakan, kami di sini fungsinya hanya ngemong (mengasuh/menjaga/mengawasi—red),” ujarnya.

“Sirkuit itu sendiri kan dibawah Distaru Kota Semarang, sedangkan yang mengelola event-event olahraga seperti ini ya Dispora Kota Semarang. Jadi Kantor Kecamatan Mijen ini hanya ketempatan untuk parkir, kami berusaha menjaga ketertiban dengan ngemong mereka (juru parkir),” timpalnya.

Dirinya juga mengaku bahwa tidak menerima dan tahu menahu soal hasil atau pun jumlah dari retribusi parkir itu.

“Tentang tarif parkir itu, mereka (juru parkir) bikin karcis sendiri. Inisiatif mereka sendiri. Dibagi sendiri. Dapat berapa saja saya juga tidak tahu,” kata Camat yang juga dipanggil Gus Yen itu.

Sementara itu, dia merasa bahwa ada pihak yang ingin menjatuhkan dirinya.

Dia juga mengaku siap hadir jika nantinya mendapat pemanggilan dari Tim Saber Pungli Kota Semarang untuk dimintai keterangan. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved